Tampilkan postingan dengan label ikhtiar untuk Ahmad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ikhtiar untuk Ahmad. Tampilkan semua postingan

15 Mei 2026

life, recently..

Gue sayaaaaang bgt sama Ahmad. Tapi waktu hamil Ahmad, rasanya biasa aja. Nggak kaya kata Savage Garden yang I knew I love you before I met you. Ya biasa aja. Menjalani masa kehamilan, menjaga kehamilan, berusaha memenuhi asupan, tetap beraktifitas, tetep ke kantor. 

Sebelum hamil Ahmad, gue sempet keguguran. Waktu keguguran, nangis. Tapi kayanya bukan nangis karena kehilangan. Lebih karena faktor hormonal. Karena waktu itu belum ngerti apa2.

Tapi setelah Ahmad lahir, semuanya berubah. Gatau kenapa dan gimana, tiba2 semua tentang Ahmad jadi prioritas utama. Semuanya. I ever posted this on Instagram "and she loved a little boy very very much. even more than she loved herself" Dan ini valid. Bahkan sampai sekarang. 

Perasaan gue waktu dikasih Ahmad kurleb kaya di ayat ini. Merasa beruntung jadi orang yg dipilih Allah ๐Ÿฅฒ

ู„ِู„ّٰู‡ِ ู…ُู„ْูƒُ ุงู„ุณَّู…ٰูˆٰุชِ ูˆَุงู„ْุงَุฑْุถِۗ ูŠَุฎْู„ُู‚ُ ู…َุง ูŠَุดَุงุۤกُ ูۗŠَู‡َุจُ ู„ِู…َู†ْ ูŠَّุดَุงุۤกُ ุงِู†َุงุซًุง ูˆَّูŠَู‡َุจُ ู„ِู…َู†ْ ูŠَّุดَุงุۤกُ ุงู„ุฐُّูƒُูˆْุฑَ ۙ - ูคูฉ ุงَูˆْ ูŠُุฒَูˆِّุฌُู‡ُู…ْ ุฐُูƒْุฑَุงู†ًุง ูˆَّุงِู†َุงุซًุง ูۚˆَูŠَุฌْุนَู„ُ ู…َู†ْ ูŠَّุดَุงุۤกُ ุนَู‚ِูŠْู…ًุง ุۗงِู†َّู‡ٗ ุนَู„ِูŠْู…ٌ ู‚َุฏِูŠْุฑٌ - ูฅู 

Artinya: Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi; Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan jenis laki-laki dan perempuan, dan menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa (QS. asy-Syura: 49-50).

Masa-masa lucu Ahmad. Sampai usia 11 bulan Ahmad adalah anak bayi yg lucu sehat ceria selayaknya anak bayi pada umumnya. Sampai di usia 11 bulan Ahmad demam, kejang. Kenapa bisa demam? Kalau mau nyalahin, karena ada kerabat yg berkunjung. Ybs lagi sakit dan nyium2in Ahmad. Gue mau larang tapi waktu itu gak dibolehin sama om dengan alasan kerabat itu datang dari jauh dan gak tau kapan lagi bisa ketemu Ahmad. Haha. Klise emang. Tapi yaudahlah. Semua udah tertulis di Lauhul Mahfudz. ๐Ÿฅฒ

Pada saat itu, gue juga nggak ngerti akan seburuk apa after effects dari kejang demam itu. Yg kepikiran saat itu cuma yang penting Ahmad sembuh. Years later, ternyata dampaknya bisa seburuk itu (KDK dan berulang). Gue nggak bilang Ahmad sangat buruk. Karena dalam perjalanan sama Ahmad, gue ketemu banyak kasus anak yg awalnya kejang demam yg bahkan kondisinya lebih buruk. Tapi apapun yg terjadi di Ahmad sekarang, gue yakin insyaAllah ini yg terbaik. Gue percaya. Gue harus percaya. Allah kan Al Khair. ๐Ÿฅฒ

Dan ada juga di Al Quran ayat sebagai berikut:

ุงِู†َّู…َุงٓ ุงَู…ْูˆَุงู„ُูƒُู…ْ ูˆَุงَูˆْู„َุงุฏُูƒُู…ْ ูِุชْู†َุฉٌ ูۗˆَุงู„ู„ّٰู‡ُ ุนِู†ْุฏَู‡ٗٓ ุงَุฌْุฑٌ ุนَุธِูŠْู…ٌ - ูกูฅ

Artinya: Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah pahala yang besar (QS. At-Taghabun: 15).

Yaudahlah ya. Kita jalani aja hidup ini. Walau panik rusuh tantrum marah, di doa iftitah juga ada:

ุฅِู†َّ ุตَู„َุงุชِูŠْ ูˆَู†ُุณُูƒِูŠْ ูˆَู…َุญْูŠَุงูŠَ ูˆَู…َู…َุงุชِูŠْ ู„ِู„ّٰู‡ِ ุฑَุจِّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠْู†َ

Artinya: Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam

Trus sebelum tidur kita juga baca doa ini:

ุจِุงุณْู…ِูƒَ ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَุญْูŠَุง ูˆَุจِุงุณْู…ِูƒَ ุฃَู…ُูˆุชُ

Artinya: Dengan nama-Mu ya Allah, aku hidup dan dengan nama-Mu aku mati (HR. Bukhari).


Tapi sebagaimana kata Bernadya, "ada waktu-waktu hal buruk datang berturut-turut." ini kayanya lagi masa2 imun Ahmad rentan lagi. Sejak Oktober 2025, setelah ulang tahun 10, Ahmad EEG untuk rencana turun dosis OAE. EEG-nya gagal tapi oleh2 pulang RS-nya berhasil bikin Ahmad demam setelah 2 tahun nggak pernah demam. Rasanya waktu itu? Panik. Kan baru mau mulai lagi rencana turun dosis. Kenapa demam ๐Ÿ˜ญ. Jiwa panik dan protes ku pun mendominasi. Tapi Alhamdulillah dengan izin Allah, Ahmad demam-nya aman. Bahkan nggak sampai semalam. sebelum tidur panas-nya tiba2 turun dan amaaann terus sampe menjelang tidur siang. Sempet kaya mau naik waktu tidur siang, tapi Alhamdulillah dengan izin Allah, berhasil diredam. 

ini pagi2 bangun tidur setelah malem-nya demam. Surprisingly, Ahmad gave me a kiss. MasyaAllah tabarakallah anakku sayang ๐Ÿฅฒ๐Ÿ’•

Setelah demam itu, kondisi Ahmad kaya tanaman yg baru dipindah pot. Masih belum kembali ke kondisi prima. Up till now ๐Ÿ˜ข

November masih recovery. Tapi Ahmad malah jadi regresi toilet training. Dia ngompol lagi ๐Ÿ˜ญbahkan sampe harus ganti sprei base beserta selimut pun. Hiikkss.... Ini berantakan bgt rasanya gue di bulan ini. ngerasa gagal banget jadi ibu. udahlah capek fisik, mental, Ahmad juga masih belum fully recovered, di kantor juga ada sesuatu, trus regresi toilet training juga. hiikks. berantakan banget rasanya semuanya. sempet ada momen di tengah malam waktu Ahmad seharian ngompol di celana terus bahkan sampe sebelum tidur malam juga masih basah rembes celananya, gue akhirnya nangis ke Ahmad dan bilang "Ahmaad, mamah capeeek.." trus Ahmad ikut nangis dan kita nangis berdua2an di tengah malam buta. kalo diceritain sekarang sih kaya lucu tapi waktu itu crumbled bgt rasanya ๐Ÿ˜ข kaya idiom that's the way the cookie crumbles.. ๐Ÿช

Desember masih belum selesai juga recovery-nya. Imun-nya masih naik turun. Sempet gak bisa pup 3 hari dan jadi gak enak badan juga karena itu. setelah konsul wa dr. Ernadia, disuruh beli microlax dan lactose. Alhamdulillah langsung pup ๐Ÿ˜ญ dan perlahan lancar lagi.

bikin igs curcol. ๐Ÿฅฒ

23 Januari Ahmad keliatan kaya mulai membaik. Gue coba turunin dosis asam valproat-nya. Alhamdulillah berhasil ๐Ÿ˜ญ tapi jam tidur Ahmad jadi berantakan. Setelah googling, nanya sana-sini, chat gpt, dll, kemungkinan karena pengaruh cuaca. Januari lagi dingiiinn bgt cuacanya. Hujan terus. Siang pun kaya nggak ada matahari. Kata Prof. Irawan badan Ahmad bingung ngebedain siang/malam. Jadi hormon tidurnya gagal terbentuk. Alhasil begadaaang almost everyday. Rata2 baru berhasil tidur-nya menjelang jam 3. Aku aja oleng kapteen, apalagi Ahmad kaan ๐Ÿฅบ Pasti badan-nya juga jadi nggak enak dan nggak segar. Recovery dari sakit kemarin pun jadi melambat ๐Ÿ˜ข

begadang masih berlanjut ke Februari 2026. Bertepatan dengan bulan puasa juga. Di rumah semuanya gantian batuk radang pilek. Ahmad pun kena giliran ๐Ÿ˜ข 

Maret, lebaran. Ahmad masih sering begadang. Tapi udah nggak tiap hari. Ahmad sempet membaik lagi imun-nya setelah sakit. Gue coba turunin lagi asam valproat-nya. Alhamdulillah turun dosis aman. tapi tiba2 kaya kurang sehat lagi ๐Ÿ˜ข

Curcol igs again ๐Ÿฅฒ

April, gue mulai hectic. Pelatihan, kantor, persiapan berkas Ujikom, Ahmad masih di kondisi kurang fit. Abis potong rambut ke tukang cukur sama nenek+enyik, pulang2 kaya ada ruam di leher, trus dua hari setelah cukur rambut, mata-nya tiba2 bengkak, setelah itu lagi tiba2 muncul ruam di ketiak, sempet demam ringan lagi... Bangun tidur pagi tiba2 badannya anget. Sebadan2. Bukan cuma punggung/tangan aja. Sebadan2. sampe perlu dikasih cefixime dan triamcinolone-nya juga disarankan ganti sama methylprednisolone. Kerjaan gue wa in dr. Ernadia terus ๐Ÿ˜ข huhu Maaf ya dokter ganggu teruuss. Makassi banyaak... ๐Ÿ˜ญ Dan di dalam keadaan ini pun pertolongan Allah itu benar2 dekat. Disaat gue udah mulai panik karena suhu badan Ahmad nggak kunjung turun setelah dikasih pct-proris gantian, dengan grasak-grusuk buru2 panasin air untuk kompres. Baru 1x usap. Tawar. Langsung tawar ya Allah ๐Ÿ˜ญ Dan setelah itu amaaaann terus suhu Ahmad. Hiiikss. Maha Besar Allah ๐Ÿ˜ญ

awal Mei, tiba2 gigi seri depan bawah Ahmad patah. Gigi dewasa. Bukan gigi susu ๐Ÿ˜ข. Memang gigi Ahmad reges sejak masih gigi susu. Kemungkinan karena obat syrup dan gue nggak resik juga bersihin-nya ๐Ÿ˜ข Trus patahan-nya berdarah. Beberapa hari Ahmad kaya nggak nyaman. Gue cuma bisa semprot2 cooling5 sambil cari2 info klinik mana yg bisa menangani ABK. Tanggal 13 Mei pulang kantor, gue dikasitau bokap kalau kaki Ahmad bengkak. Gue nggak tau apa yg salah. Apa karena sakit belum sembuh2 jadi berturut2 dikasih triamcinolone/methylprednisolone dan cefixime juga? Apa karena vitamin D-nya gue naikin jadi 2x1000IU per hari? Tapi karena kaki-nya bengkak Ahmad jadi kurang sehat juga ๐Ÿ˜ข. Kaya lemes dan nggak semangat main-nya. Makan-nya juga jadi agak lambat. Minum-nya juga jadi gak sebanyak biasanya. Panik dan ovt lagi dong si single mother ini ๐Ÿ˜ข. Tapi yg lebih jadi pikiran adalah, kenapa kaki-nya Ahmad bisa bengkak? Apa yg terjadi di dalam tubuh Ahmad sampe kaki-nya jadi bengkak? Gue takuut. Hiiikkss.. dalam kondisi super kalut ini tetep wa dr. Ernadia. Dan masih dibales sesempetnya. huhuhu maaf ya dokter aku wa nanya2 terus. Makassi banget jawaban2nya ๐Ÿ˜ญ


Hari ini tanggal 15 Mei. Ya Allah, ka mau doa. Intro doa: " Ya Allah, kalau boleh.... " Trus tiba2 inget kata2 mimin "kalau doa, ya doa aja. minta langsung. toh cuma minta. apa susahnya?" Berarti intro-nya gak boleh pake "kalau boleh" diganti jadi, "Ya Allah, sehatkan Ahmad. Sehatkan terus. Jaga terus Ahmad. Sayangi Ahmad. Ka rencana mau sunat Ahmad di tahun ini Ya Allah. Mudahkan ya Allah. Lancarkan. Ka juga mau ajak Ahmad ke klinik gigi. Udah ketemu kliniknya ya Allah. Mudah2an Ahmad bisa diobati disana giginya. Mudahkan ya Allah. Lancarkan. Angkat semua sakit2 Ahmad ya Allah. Jangan kenapa2 kaki bengkak-nya ya Allah. Jangan ada kenapa2 di dalam tubuh Ahmad. Sehat aja. Ganti semua sakit2 itu dengan sehat2 aja. Sehat terus ya Allah. Sehatkan dan bahagiakan terus Ahmad. Dengarkan doa ka ya Allah. Kabulkan ya Allah. Aamiin... Aamiin YRA."


29 April 2023

Ahmad kena covid lagi. Hiiikkkss

dulu fahmi pernah bilang. Katanya kalau anak sakit itu adalah untuk menggugurkan dosa orangtuanya. Hiks. Maafin mamah, Ahmad.... Mamah banyak dosaaa... 

Gak pernah kepikiran kalau Ahmad akan kena Covid lagi untuk yang ke-2 kalinya :(

Berawal dari Sabtu (22/4/23) pagi. 06.40 sebelum solat ied. Mamah-papah-rafy udah riweuh dan berisik mau berangkat. Gue aja kebangun. Tapi Ahmad belum bangun. Tadinya gue mau langsung bikinin sarapan buat Ahmad. Tapi mau ngecek Ahmad dulu. Gue pegang. badannya panaaass... Panik! Langsung ambil termometer dan ukur suhu Ahmad. 38.7! Makin panik! Langsung deg2an, takut, mau nangis, campur aduk. Tapi masih bisa mikir buat ngambil proriss supp dan proris syrup. Supp langsung dimasukin ke pantat, yg syrup dikasih minum Ahmad. Mamah manasin air. Selesai ngasih obat, Ahmad gue kasih minum. selesai kasih minum, air udah anget dan buru2 kompres Ahmad. Imam udah takbir rakaat 1. Mamah sama rafy buru2 berangkat. Selesai salam, buru2 pulang lagi. Ahmad masih dikompres. Belum di suhu ulang. 

4 jam kemudian, menjelang 10.40, Alhamdulillah kayanya suhu Ahmad mulai stabil. Tapi tetep gue kasih Ahmad paracetamol syrup. Abis minum pct alhamdulillah bener stabil.  Obat selanjutnya, proris syrup 14.40. Menjelang 13.30 Ahmad udah ngantuk bgt. Tapi gue tahan karena tanggung makannya dikit lagi. 14.00 udah nggak tahan banget. Akhirnya makannya udahan. Gue kasih minum. 14.15 tidur. Ahmad tidur di sofa bed. Bukan di kamar. Ahmad udah mulai tidur, gue jemur singletnya yg kena basah2 keringet dikit. Sambil nyari nacl buat nebu. Lagu nyari2 nacl, kaya ada suara ahmad kejedot jendela. Pas gue liat, Ahmad kejang! ๐Ÿ˜ฒ kejaaaangggg ya Allah.... ๐Ÿ˜ฒ๐Ÿ˜ฒ๐Ÿ˜ฒ๐Ÿ˜ญ buru2 lari ke kulkas ngambil stesolid supp. Masukin ke pantat Ahmad. Sambil ngucap Astagfirullah beeeerkali-kali. Stesolid masuk. Gue nangis ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ kok Ahmad bisa kejaang ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ Gue ukur ulang suhunya, 36.5. Kok 36.5 udah kejanggg ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Alhamdulillah kejangnya berhenti. Tapi nangis gue belom berhenti. Mamah nyuruh nelfon Riko. Dia pulang ke rumah ibunya. Berangkat sejak Rabu subuh. Gue telfon beberapa kali sampe akhirnya diangkat. Ada ibunya juga. Gue masih nangis. Gue ngasitau tadi pagi Ahmad demam. Trus barusan kejang. Dia istigfar. Ibunya juga. Trus ibunya nangis juga.

Setelah Ahmad sadar, gue wa beberapa dokter. Yang bales dr. Ernadia (yg ngerawat Ahmad di RSKD Duren Sawit waktu kena Covid tahun lalu). jawab beliau "Kalau kejang lagi, bawa ke IGD". 

Abis itu Ahmad tidur. Suhunya menuju demam :( Udah 37,sekian. Masuk diazepam emang bikin ngantuk. Ahmad cuma bangun sekitar 10 menit atau 15 menit. Azan magrib disuruh bangunin sama mamah. Gue kasih minum, gue kasih obat, gue kasih minum lagi. Muntah ๐Ÿ˜ญ
Ya Allah gagal banget rasanya ka jadi ibu ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ. Salah terus nge-treat Ahmad ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Abis muntah, Ahmad keringetan. Suhunya mulai normal lagi. Alhamdulillah. Gue kasih minum lagi. Gue kasih obat lagi (karena tadi dimuntahin) gue suapin makan. Tapi makannya diemut.  Sekitar jam 19.00 tidur. Jam 20.00 bangun, gue suapin lagi. Tapi sambil ngantuk2. Abis itu gue nggak liat jam lagi. Ahmad tiduran dipangku gue sambil gue suapin makan. Trus gue ikut ketiduran. Gue kebangun karena Ahmad bergerak kaya mau muntah gitu. Etapi nggak lama, kejaaang ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ laaagiiii ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ ya Allah.... gue teriak lagi manggil mamaah yg lagi di kamar rafy ๐Ÿ˜ญ

Oke berarti ini nggak bisa. Harus dibawa ke RS. Setelah masukin diazepam lagi, gue ambil tas Ahmad, masukin singlet, cd, baju yg longgar2, celana, handuk, termometer, obat, segala perlengkapan yg kira2 akan dibutuhkan nanti kalau ranap. Gue ambil juga beberapa daster+cd sama masker. Gue udah bolak-balik beresin ini-itu, ternyata Ahmad masih belom sadar. Masih mereng matanya, dia kejang absanss... ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Rafy siap2 ke mobil. Gue ganti baju. Rafy sampe rumah lagi, langsung gendong Ahmad. Gue bawa bawaan. Mamah ikut. Kita berangkat ke RSKD Duren Sawit.  Alhamdulillah cuma keluar komplek aja. Sampai IGD gue masih panik. Meledak2. Gue jelasin ke dokter sambil tetep deg2an panik, nangis. Ahmad diinfus, diambil darah. Gue disuruh daftar. Gue daftar. Daftarnya lama karena ada ibu2 yg datanya bermasalah. Trus Ahmad didorong keluar ruangan. Ke ICU khusus. Trus gue dikasi tau nyokap kalau ternyata Ahmad covid. Coviiiiiddd??? Laagiii??๐Ÿ˜ญ ini kecurigaan gue antara Riko sama Papah. Both of them are itikaf di mesjid di 10 malam terakhir. Tapi malah jadi batuk, pilek, meriang. Hiiikkkkssss...... YaAllaaahhh.... yaudahlah siapa aja lah yg nularin Ahmad, sembuhkan Ahmad ya Allaah.. Jaga Ahmaaaad ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

di IGD isolasi
Ahmad abis diinfus pct 1 gr. 
Iya. 1 gr = 1000 mg ๐Ÿ˜ข

Ahmad udah di kamar ranap yg sama kaya tahun lalu, di ruang Arbei.

Ahmad masuk kamar Minggu (23/4/2023) dini hari sekitar 00.30. Alhamdulillah suhu Ahmad aman sampai subuh. Sekitar jam 01.00 sempet diinfus phenitoin (gue minta). Tapi jam 06.00 mulai lagi suhu Ahmad kaya mau naik :( sekitar jam 09.00, masuk pct injeksi. Sambil terus dikompres. Menjelang zuhur mulai naik lagi :( masuk lagi phenitoin injeksi. Menjelang sore 17.30, mau naik lagi. masuk lagi paracetamol injeksi. Hiikkksss.. Banyak banget obat masuk ke Ahmad ๐Ÿ˜ญ

Alhamdulillah abis magrib suhunya mulai stabil. Ahmad udah mulai rusuh. Kalau Ahmad mulai rusuh, insyaAllah artinya dia mulai enakan. Alhamdulillah ya Allah... 

anak kecil kesayanganku yg suhunya mulai stabil dan mulai gratakin apa-apa yg bisa digratakin. Hiks. I just love him so much ๐Ÿ˜ข

Minggu malam (23/4/23) Ahmad tidur menjelang jam 10 malam dan Alhamdulillah suhu Ahmad aman sampe pagi. 

Senin (24/4/23) seharian aman. Amaaaaannn bgt. Infus Ahmad udah copot dan Ahmad udah bergerak kesana-kemari (tapi tetep dalam kamar aja).,gue sampe foto2in Ahmad... 



Gue juga kepikiran nanti malam mau wa dr Ernadia supaya besok (selasa) udah dibolehin pulang. Etapiii tiba2 menjelang tidur malam badannya mulai anget lagi. Suhunya diatas 37,5 lagii... Ahmad demam lagiii ๐Ÿ˜ญlapor suster lagi dan diinjeksi pct lagi. Hiiiikkksss... 

Besoknya (Selasa 25/4/23) sebelum dr Ernadia visit, badannya Ahmad masih anget. 

๐Ÿ‘ฉ‍⚕: "yaahh..kok demam lagi. coba istirahat lagi dulu ya."
๐Ÿง•๐Ÿป: " Iya dokterrr :( rencananya, tadi malam aku mau wa dokter. minta supaya Ahmad boleh pulang hari ini. Tapi aku belum sempat wa dokter, tiba2 anget lagi badannya :( "
๐Ÿ‘ฉ‍⚕: "Tadinya memang mau saya kasih pulang hari ini. Hmmm... Yaudah, kita coba ganti semua obat injeksi sama oral ya. Kita pantau sampai besok".  
๐Ÿง•๐Ÿป: " baik dokter"

Dan dicopotlah perangkat mesin2 infus itu. Tapi infusnya masih dipasang. Mesin buat ngitung tetesnya aja yg dicopot. 

waktu Ahmad demam lagi

sebelum dr Ernadia visit hari Selasa.
Ahmad masih demam :(

bangun tidur siang, Alhamdulillah suhu Ahmad mulai stabil lagi. Hiikksss. Alhamdulillah.... Alhamdulillah ya Allah.. ๐Ÿ˜ญ Rollercoaster bgt rasanya. Hiiikkkssss

Ahmad mulai rusuh lagi. Gapapa deh gapapa beneeerr yg penting sehaat ๐Ÿ˜ญ sekitar jam 4an, Ahmad nyodor2in tangannya yg diinfus. Bis ditarik dong ternyata bantalannya ๐Ÿ˜ฉ gue panggil suster minta benerin. Udah. Bener. Menjelang magrib, Ahmad diem lagi. Udah takut lagi kan gue Ahmad nggak enak badan lagi ๐Ÿ˜ญ trus gue liat infusnya. Tangannya bengkak. Hiikkksss.. ini kan bisa bikin demam juga ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญGue matiin infusnya, trus panggil suster lagi. Dibukalah. Dan bener bengkak. Akhirnya dikompres pake air dingin.


Gue gatau rasanya gimana tangan bengkak karena cairan infus, tapi Ahmad nyodorin segala jenis obat ke tangannya yg bengkak. Hiikkksss.. Anakku pinter ya Allah.. ๐Ÿ˜ญ jaga dia. Ampuni akuu. Aku yg banyak dosa ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Malamnya Ahmad tidur menjelang jam 10 juga. Alhamdulillah nyenyak. Bangun langsung minta makan. ๐Ÿฅฒ

nyuruh buka tupperware. Karena dari kemarin dibekelin sayur bening sama nenek dan Alhamdulillah Ahmad suka ๐Ÿฅฒ

Rabu (26/4/23) abis sarapan, Ahmad tidur2an di perut gue sambil main HP. Gue ketiduran, Ahmad juga ๐Ÿ˜… dr Ernadia visit sekitar jam 10. Gue kebangun. Ahmad Alhamdulillah udah stabil. Udah diizinin pulang. Urusannya beres sekitar jam setengah 2. Kita pulang dijemput Rafy. Rafy ke mobil, kita nunggu di lobby sambil cuci tangan. 



Kita langsung ke puskesmas, karena gue udah dihubungi sama tracer PKC duren sawit. Dan ditunggu sampe jam 2. Jam 2 kurang 5 kita sampe. Puskesmas udah sepi, tenda swab udah kosong. Nggak sampe 10 menit, selesai. Gue balik ke mobil. Hari hujan. Gue minta rafy muter dulu sebentar. Kasian Ahmad pas keluar ruangan isolasi langsung norak gitu ๐Ÿฅฒ. akhirnya diajak muter sampe karet, baru pulang. Sampe rumah Ahmad riang. Rumah nenek yg rapih jadi berantakan lagi. ๐Ÿฅฒ maaf ya nenek.. ๐Ÿฅฒ๐Ÿฅฒ๐Ÿฅฒ Ahmad sayang nenek ๐Ÿ’›๐Ÿงก๐Ÿ’š

Ya Allah, setelah ini masih panjang lagi jalan yg harus dilalui untuk Ahmad ya Allah. Mudahkan ya Allah. Mudahkan kami dalam menjemput kesembuhan Ahmad. Sehatkan juga nenek sama enyik. Izinkan ka untuk masih bisa sama2 mereka. Mampukan ka untuk menjaga dan membahagiakan mereka semua ya Allah.. Aamiin Aamiin YRA... ๐Ÿ˜ข

06 Oktober 2022

Hari Anak Nasional

Kegiatan Ahmad di Hari Anak Nasional ini adalah kontrol ke dr Herbowo.

Setelah kontrol pasca ranap di RSKD Duren Sawit Rabu, 20 Juli 2022 kemarin, gue ngerasa kurang puas. I still don't know what to do :( clueless bgt :( oleh karena itu, Rabu sorenya gue wa dr Herbowo. Curhat tentang kegalauan ku sbb.. 


dan Sabtu pagi, berangkatlah kita, sama papah sama mamah ke RS Brawijaya Saharjo. 

Berikut penjelasan dr Herbowo:
1. Covid memang memicu kejang. Sangat memicu kejang. (later I know, secara lebih spesifik "covid memperburuk epilepsi") 

2. Dosis Asam Valproat Ahmad dinaikkan jadi 2x7ml. (penjelasan dr Herbowo: sebenarnya dosis saat ini 2x6ml udah bagus. tapi dinaikin aja sedikit biar kalau sakit nggak langsung ngefek ke kejang) Jika masih terjadi kejang, seminggu setelah dosis dinaikkan jadi 2x7ml, dinaikkan lagi jadi 8ml (karena naik dosis itu minimal 1 minggu). Kalau masih terjadi juga, obat ditambah atau diganti. 

3. Ahmad masih ada grok-groknya. nafas bersih tapi bunyi grok2. ini alergi. ini kemungkinan post covid yang bisa berlanjut jadi long covid sampai 3 bulan. batuknya nggak parah tapi alergi. jadi minum anti alergi minimal 2 minggu. nanti setelah 2 minggu, evaluasi. kalau udah, ya udah. kalau masih, lanjutin. cetirizine masih aman diminum sampai 18 bulan.  

oral: cetirizine untuk mencegah
trilac untuk menghentikan (gak boleh lebh dari 2 minggu)
inhalasi: salbutamol (untuk menghentikan)+pulmicort (untuk mencegah) 
combivent lebih keras. kalau bisa nggak dipake dulu
 
4. perbaiki pola tidur. 
tidur siang jam berapa pun, jam 4 harus udah bangun. 
tidur malam jam berapa pun, jam 7 pagi harus udah bangun. 

5. terkait prohiper. bukan ini obatnya. prohiper malah bikin lebih aktif. boleh ditanya ke terapis. kalau terapis merasa kesulitan dalam sesi terapi, bisa pake Risperidone atau Apidufon (?) karena permasalahannya lebih ke interaksi sosial. bukan hiperaktif.  kalau pun nanti diberi obat, karena lasaknya. kalau nanti umur 7 masih lasak, maksa dan susah dibilangin kaya gini, kita minumin obat untuk menenangkan. supaya mau nurut dan denger. sehingga hal2 yang dipelajari saat terapi dapat diterima dengan baik. jadi dia ngerti mana yang baik dan tidak. dalam 3 bulan kita akan putuskan akan dikasih obat atau gimana. awalnya akan dikasih full. mungkin 1 bulan dulu full. selanjutnya hanya dikasih bila perlu (kalau mau sekolah, mau ketemu orang dll). 

6. terkait sekolah, pilihan ibu untuk sekolah atau belum. tapi dia perlu tetap sosialisasi. tapi sekarang kita beresin dulu kejangnya.  

7. terkait gadget. stop it

8. Rencana eeg di bulan September, di-reschedule (karena kejadian kejang lagi di bulan Juni dan Juli). Eeg ulang 6 bulan setelah kejang di bulan Juli 2022. Berarti Januari 2023.

Bismillahirrahmanirrahiim... 
Ya Allah, berikanlah kami kebaikan di dunia dan berikan pula kami kebaikan di akhirat. Dan jauhkan kami dari siksa api neraka. Aamiin Allahumma Aamiin...


ini kue yang dibagi-bagiin di RS waktu Ahmad kontrol ke dr Herbowo di Hari Anak Nasional kemarin. udah penyok karena dimainin. iya. dimainin. bukan dimakan. karena Ahmad nggak makan gluten.

ada beribu bahkan berjuta doa dan harapan buat Ahmad. gue kadang gatau mau doa yang mana. tapi Allah maha Tahu isi hati manusia kan ya, ya Allah? berikan yang terbaik untuk Ahmad ya Allah. yang terbaik di dunia dan yang terbaik di akhirat. insyaAllah segala kebaikan yang diterima Ahmad adalah kebaikan juga untuk ka. Aamiin Allahumma Aamiin...


21 Juli 2022

our first out-of-home photo after isoter :')

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

ูˆَุงَ ูŠُّูˆْุจَ ุงِุฐْ ู†َุง ุฏٰู‰ ุฑَุจَّู‡ٗۤ ุงَู†ِّูŠْ ู…َุณَّู†ِูŠَ ุงู„ุถُّุฑُّ ูˆَุงَ ู†ْุชَ ุงَุฑْุญَู…ُ ุงู„ุฑّٰุญِู…ِูŠْู†َ 
"dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, "(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 83)


ูَุง ุณْุชَุฌَุจْู†َุง ู„َู‡ٗ ูَูƒَุดَูْู†َุง ู…َุง ุจِู‡ٖ ู…ِู†ْ ุถُุฑٍّ ูˆَّุงٰุชَูŠْู†ٰู‡ُ ุงَู‡ْู„َู‡ٗ ูˆَู…ِุซْู„َู‡ُู…ْ ู…َّุนَู‡ُู…ْ ุฑَุญْู…َุฉً ู…ِّู†ْ ุนِู†ْุฏِู†َุง ูˆَุฐِูƒْุฑٰู‰ ู„ِู„ْุนٰุจِุฏِูŠْู†َ
"Maka Kami kabulkan (doa)nya lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipat gandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 84)

Aamiin Allahumma Aamiin


and this is us,
 pulang kontrol pasca ranap 5 hari di ruang isolasi Covid RSKD Duren Sawit

19 Juli 2022

tanda sayang Allah :') insyaAllah..

Well, do I have to say hello again to you, dear Covid? 
since I hate you?
I'll admitted that I ever loved you once for the wfo-wfh regulations.
but more than that, I hate you! I truly deeply madly hate you ๐Ÿ˜ญ

Berawal dari Ahmad nggak enak badan hari Senin, 20 Juni 2022. Bangun tidur badannya anget. Tapi suhu masih 36,4-36,8. Preventif, gue kasih pct-proris gantian tiap 4 jam. Suhu berhasil ter-aman-kan sampe tiba2 jam set12 malam naik ke suhu demam. 37, sekian. Buat Ahmad, 36,8 aja udah demam. Kalau udah 37, udah nggak karuan rasa hati :( lanjut kompres kompres terus. Menjelang jam 00.30 suhu sempet mau makin naik tapi buru2 gue masukin proris supp. Alhamdulillah ter-aman-kan sampe akhirnya Ahmad tidur jam 2an abis minum obat. Gue nggak tidur. Tetep kompres Ahmad. Ketek-leher-punggung. Suhu masih berkisar 37, sekian. 

Setelah Azan subuh, suhu Ahmad masih 37, sekian. Obat selanjutnya jam 6. Gue sempet ngomong dalam hati, "Ya Allah, jaga Ahmad ya Allah. Apa pun yg terjadi sama Ahmad, ka ikhlas ya Allah." Maksudnya bukan ikhlas kalau Ahmad kejang lagi. Tapi ikhlas ngerawat Ahmad dengan kondisinya sebagaimana di-diagnosa dokter :(  tepat setelah gue selesai ngomong gitu dalam hati, ahmad melek. Tapi cuma berapa detik, trus kejang. Kejang ya Allah.. kejaaaang.... ๐Ÿ˜ญ astagfirullahaladziimm... Allahu Akbar.. panik. buru2 gue ngambil diazepam supp. Masukin ke pantat Ahmad. Tapi kejangnya nggak langsung berhenti. Udah diciumin minyak kayu putih, pijit idung, jempol, masih belum sadar juga. Ini lumayan lamaaa. ada kayanya hampir 4 menitan ๐Ÿ˜ญ Gue? Nangiisss... Sambil tetep mantau Ahmad. Sambil liat jam di hp, sambil mikir mau nanya siapa lagi di wa. Pas ahmad lagi kejang, pas Riko nelepon. Jadilah dia terpapar kepanikan kita semua. Alhamdulillah kejang Ahmad berhenti. Papah pulang solat subuh. Papah yg pangku Ahmad. Gue masih gatau harus apa. Harus bawa Ahmad ke RS apa ditahan di rumah. Kalau ditahan di rumah, takut kejadian lagi.

Akhirnya menjelang jam 9, kita berangkat ke IGD RSIA Bunda Aliyah. Sampe disana, Ahmad diperiksa. Gue ditanya mau pake pribadi/asuransi. Gue jawab pribadi. Ahmad pun disarankan rawat. Gue disuruh ke bagian administrasi rawat inap terkait ketersediaan kamar. Apesly, kamar sendiri penuh. Cuma ada suite room sama kelas 1. Tarif suite room hampir 2 juta per malam, baru kamar aja. Kelas 1 isinya berdua. Nggak ada VIP atau VVIP. Petugasnya bilang, "ini juga kamar yg akan kosong adalah pasien Dr Edwin yg mau pulang. Tapi bisa2 masuknya sore atau malam karena nunggu ybs ngurus2 berkas untuk pulang dulu." Gue mohon2 supaya dapet kamar sendiri tapi jangan suite room. Petugasnya sambil senyum bilang "ibu mau dirawat sama Dr. Dina kan ya. Belum ada laporan pasien Dr Dina yg mau pulang. Coba ibu ke Dr Dina, tanya apakah ada pasiennya yg mau pulang." Gue dengan polosnya langsung cukucuk ke ruang periksa Dr Dina. Did and asked Dr Dina exactly the same as the employee asked me to do. Gue bilang ke Dr Dina, "dokter, Ahmad mau masuk ranap dok. Tapi nggak ada yg kamar sendiri. Adanya suite room. Aku kayanya nggak mampu dokter kalau di suite room. Ada lagi kelas 1. Aku diarahin petugas untuk nemuin dokter. Mungkin ada pasien dokter yg mau pulang." Tanpa disangka tanpa diduga, Dr Dina bilang. "Ibu, ibu ambil aja kelas 1. Ibu pake BPJS-nya. Tapi dokternya bukan saya. Jadwal piket hari ini Dr Edwin. Saya besok. Tapi sama aja kok bu. yang penting sekarang Ahmad ter-tangani. Lagipula pasien saya juga belum ada yg rencana pulang. Dan pasien saya juga nggak ada yg di VIP/VVIP." 

Berbekal omongan Dr Dina, gue balik ke IGD buat lapor bonyok kalau kamar yg ada cuma suite room dan kelas 1, trus disaranin Dr Dina ambil kelas 1 trus pake BPJS, tapi dokternya bukan sama beliau melainkan Dr Edwin. Bokap agak sangsi Ahmad aman sekamar berdua. Tapi nyokap nguatin "Dr Edwin juga bagus kan kak. Yaudah Dr Edwin aja. Ikut kata Dr Dina, pake BPJSnya." 

Berbekal hal tersebut gue balik ke petugas tadi dan bilang kalau gue ambil kamar kelas 1, trus pake BPJS. Petugasnya kaya kaget sama keputusan gue ambil kelas 1 trus mau pake BPJS. Dia teleponan sama IGD. Gue ttd berkas2, trus balik ke IGD. Di IGD gue dipanggil sama dokter jaganya "Ibu, jadinya gimana? Tetep mau dirawat?" Gue ceritain gue datengin Dr Dina dan nyampein saran beliau. Dokter jaga bilang "tapi dokternya gakbisa Dr Dina. Dengan Dr Edwin." "Iyah dokter, gapapa dok." "Yaudah, kita lanjut prosesnya. Ibu boleh kembali ke anak ibu." Gue tau dan sadar kalau gue dioper-oper. Tapi dalam situasi kalut, linglung, butuh ditolong, dlsb, I just did

as the employee said earlier, Ahmad masuk kamar abis Azan magrib. Itu juga bokap udah bolak balik nanya kok nggak masuk2 kamar. Dan jeng jeeeng ternyata perawat IGD dapet infonya Ahmad di kamar 306 padahal harusnya di 404. Kalau kamar 404 udah kosong dari kapan tauk. Setelah minta maaf karena misscom tersebut, Ahmad diantar naik ke kamar. Ahmad belum makan apapun dari selesai makan malam kemarin :( Ahmad tiduuurr aja. Iya. Nggak bangun pun. Minum aja ditetes pipet :( iya. ini efek phenobarbital:( obat antiekejang. malam itu suhu Ahmad masih naik turun. Gue masih berasa kaya naik roller coaster. Dr Edwin baru akan visit besok pagi. Malam ini Ahmad harus bertahan dengan bantuan infus, obat anti kejang dan antipiretik yg cuma boleh dikasih sesuai arahan dokter. Bukan selang-seling 4 jam kaya biasa. Gue ketar ketiiiirrr ๐Ÿ˜ญ

Rabu paginya Dr Edwin visit. Setelah meriksa Ahmad dan nanya2 gue, beliau ngeresepin obat oral, uap, antibiotik, antipiretik infus, rontgen thorax. Suhu Ahmad mulai turun. Tapi menjelang magrib, kaya mau naik lagi. 37, sekian. Gue udah mulai ketar ketir lagi. Minta tolong suster. Minta proris supp. Tapi nggak dikasih. Minta pct infus juga nggak dikasih. Dikasih pct minum aja 250mg. Kenapa gue panik? Karena berkali2 liat Ahmad kejang ๐Ÿ˜ญ Gue harus preventif! Sampe akhirnya suster ganti shift lagi jam 9 malem, Ahmad masih 37,sekian. Gue bolak balik ambil air panas di kamar mandi suster dan nanya kapan infus Ahmad dipasang lagi (karena tadi siang bengkok gara2 Ahmad ribut pas dimasukin antibiotik injeksi :(). obat anti kejang-nya juga harusnya masuk jam 12 malam. Suster jaga malam itu bilang, "iya tunggu ya bu". Pokoknya lamaaaaa bgt nggak dipasang2 juga infus Ahmad. Sampe akhirnya dia jengah karena gue banyak minta, riweh, panik dlsb. Mereka dateng tapi mukanya nggak enak. Gue lupa awalnya gimana tapi setelah dialog yg agak ngegas dari si suster, gue bilang "suster nggak tau sih, rasanya kejang-demam :(". Suster yg later I know ternyata lagi hamil jawab dengan makin ngegas dan nada tinggi "Saya Tau!" Gue kaget. Suster loh. Tapi bodo amat. Gue kesini buat minta tolong perawatan ahmad. bukan buat berantem. Banyak omongan2 nggak enak di malam itu. Intinya mereka nggak suka gue ngeluhin ini demam Ahmad mau naik, mereka nggak suka gue panik minta tolong tambah antipiretik supp/injeksi/apa. mereka nyuruh gue untuk nggak sering2 ngukur suhu ahmad. Cukup 4 jam sekali. Yakaliii gue ukur 4 jam sekali, apakabar kejang-demam ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ Mereka bahkan sampe manggil dokter jaga dan dokter jaganya pun kaya jengkel ke gue dan bilang "ya kalau memang ibu biasa sama dokter di Hermina, kenapa anaknya ibu bawa kesini?" Astagfirullahaladziimm... Kalau Ahmad nggak lagi sakit, rasanya pengen gue kata2in itu dokter. Tapi alhamdulillah Allah ngejaga mulut gue dan gue cuma bilang "Ya kan aku bawa ke yg terdeket dokter. Biar cepet ditolongin." Dia lanjut lagi jawab, "Yaudah. Sekarang dikompres aja." Dan berlalu pergi. Muka dan nadanya sumpah antagonis abis. Padahal cantik, putih, bersih dan pake kerudung. Tapi hati dan mulutnya... :( 

Setelah injeksi phenobarbital dan pct, suster antagonis kembali ke nurse station. Mungkin mereka kira gue akan tidur. Mereka semua ngomongon gue. Suster gapake jilbab yg lagi hamil dan jawab omongan gue pake nada tinggi tadi dengan bangganya cerita ke temen2nya kalau dia berhasil ngejawab setiap omongan gue. Gue shock. Apa banget sih ini :( Kok RSIA Bunda Aliyah tempat gue lahiran tahun 2015 lalu dan tempat Ahmad berkali2 dirawat sampe 6x di tahun di 2017 lalu yang pelayanannya sangat baik, suster pinter, edukatif dan inisiatif tinggi, jadi begini sekarang sumber daya manusianya :( 

selang 10 menitan, gue pencet bel. infus Ahmad mau abis. Yg dateng suster ema. Pas suster ema ganti infus Ahmad, gue bilang ke dia "suster, aku denger kok diomongin." Dia kaget. Berusaha nahan biar nggak keliatan kaget tapi matanya nggak bisa bohong.  gue lanjut, "Yg nggak pake jilbab itu suster senior ya? Suster baik. Mudah2an nanti kalau jadi senior tetap baik." Akhirnya dia ngomong "ya ibu, maksudnya Ibu terima aja terapi yg dikasih." Gue ngerti sih maksudnya tapi ibu mana yang nggak panik dan berusaha preventif kalau anaknya udah berkali2 kejang karena demam :(

Selesai pasang infus, suster ema balik ke nurse station. gue gatau apakah dia bilang ke temen2nya kalau gue denger semua omongan mereka atau gimana. I don't care that much. I'm in that place, that time only for asking help for ahmad :(

Sampe subuh Ahmad masih demam. Menjelang jam 6, suster antagonis datang untuk antar kita rontgen thorax. Disitulah gue tau kalau ternyata dia lagi hamil. Ironis bgt rasanya. Gue digituin sama suster yg sebentar lagi akan punya anak. Kaya "why can't you put a little emphaty for me and my son :(" Gue nggak banyak omong. Ngeliat pun nggak. Kaya sakit hati ini rasanya :( dia juga nggak ngajak ngomong. Gatau apa udah denger dari suster ema atau gimana. Selesai rontgen, Ahmad balik ke kamar. Jam aplus, suster Mawar datang. Dia nyapa gue dengan ramah. Suster jaman dulu 2017 yg jagain Ahmad:( gue rasanya mau curhat tapi nggak usahlah. Biar aja. 

ini foto Jumat malam. abis injeksi phenobarbital. Setiap abis masuk obat anti kejang, ahmad langsung tidur :(

Singkat cerita, Ahmad pulang hari Sabtu, 25 Juni 2022. Alhamdulillah udah nggak demam. Tapi pas mau pulang, Ahmad pipisnya nangis. Ya Allah kenapa lagi ini ๐Ÿ˜ญ

Tapi karena udah masuk sistem, Ahmad pulang, Ahmad tetap pulang. Sempet dicek sama dokter jaga tapi kayanya nggak detail. Gue disuruh konsulin lagi nanti pas kontrol pasca ranap. Sementara ini kan masih ada antibiotik azithromycin. Kalau pun ISK, itu obatnya. Yaudah Kita pulang. 

Selasa, 28 Juni 2022. kontrol lagi ke Dr Edwin. Cek urin, positif1 di bakteri. Tapi pas gue crosscheck ke suster, katanya dari Dr Edwin gapapa. Hasil urin bagus. Me like, seriously? Itu positif1 bakteri maksudnya gimana? Dr Edwin udah pulang. Pertanyaan nggak terjawab. Tapi berbekal info suster waktu pulang ranap, kalau pun ISK obatnya azithromycin, gue mayan tenang karena Dr Edwin masih ngeresepin azithromycin lagi. Bismillah pulang.

Rabu, 29 Juni 2022 aman.

Kamis, 30 Juni 2022 gue ke kantor. Tapi menjelang jam 5 ditelepon mamah kalau Ahmad demam lagi. Lagii ๐Ÿ˜ญ Riko udah otw jemput. Gue disuruh siap2. Posisi gue lagi di kretagama. Rapat D2. Gue langsung naik ke atas, sambil nahan nangis, nanya mas Ian, trus bilang Ahmad demam. Sontak semua heboh. Mba dian manggilin pak Arif, gue pun diizinin pulang. Semua heboh krn gue nangis. Semua nyemangatin. Di jalan gue masih  nangis. Mau nggak nangis tapi gimana caranya untuk nggak nangis. Sampe rumah, meledak nangisnya. Ahmad ikut nangis. Berusaha menata hati dan nenangin diri. Sambil kompres Ahmad, sambil suapin semau dia makan. Tetep kompres terus. Menjelang jam 12 Ahmad keringetan. Suhu mulai stabil. Alhamdulillah ya Allah ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Jumat, 1 Juli 2022. gue izin nggak ngantor.

Sabtu, 2 Juli 2022. alhamdulillah Ahmad aman. Sambil wa Dr Eny, sambil siap2 besok mau ke beliau.
Minggu, 3 Juli 2022. pagi2 Riko antar urin bangun tidur ahmad ke lab Bunda Aliyah. Menjelang siang, Ahmad dibawa ke Dr Eny. Hasil urin ahmad masih Positif1 di bakteri. Dr Eny bilang, "positif1 bakteri masih gapapa. Harusnya nggak bikin demam. Bisa jadi karena iritasi aja. Bukan ISK. Kalau masih demam juga, saya nggak ngerti lagi deh demamnya darimana." 
Denger gitu, gue ngerasa kaya Alhamdulillah berarti udah. insyaAllah Ahmad udah aman. Kita pun pulang.

Senin, 4 Juli 2022 gue ngantor.

Selasa, 5 Juli 2022 ngantor juga. Tapi jam 4 lewat ditelepon sama papah. Dikasitau Ahmad demam lagi. Ayo cepet pulang. Gue? Nangis lagi ๐Ÿ˜ญ heboh lagi di kantor. Izin pulang sama mas asga. Dianterin sama mba may ke bawah. Dicariin gojek sama mba may, pulang. Pas sampe rumah dikasitau kalau Ahmad tadi kejang lagi. Astagfirullahaladziimm... ๐Ÿ˜ญ Kata nyokap, padahal dikompres terus sama nyokap dan suhunya juga baru 37,1 tapi udah keburu kejang. Gue? Nangis lagi... Ahmad ikut nangis. Gue lanjut kompres. Kasih obat lagi karena tadi obatnya pct jam 2. Sekarang proris jam 6. diskusi sama papah-mamah-rafy, Ahmad mau dibawa ke RS apa dicoba tahan di rumah. Belum ada keputusan. Menjelang jam 8 malam, suhu Ahmad mulai turun, tapi Ahmad aneh. Trus tiba2 kejang lagi ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ Gue yg nggak percaya dan nggak ngeliat tanda2 kaya, kok kejaaang? Suhunya kan baru turuuun. Kok bisa kejaaang? Gue sempet ukur suhu saat kejang 37,3. Harusnya belum kejang. Ini masih suhu rendah ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Gue wa Dr Eny, bilang Ahmad kejang lagi. Dia nyaranin bawa Ahmad ke RS yg ada dsa subspesialis syaraf karena capability dia ttg kejang-demam sebatas itu. Gue inget punya nomer humas RSKD Duren Sawit. gue wa mba endang dan alhamdulillah ternyata ada dsa subspesialis syaraf disana. Beliau nyaranin untuk langsung bawa Ahmad biar bisa ditangani. Gue beres2in bawaan. Kita pun berangkat. Sampe sana Ahmad langsung disambut suster IGD dan di observasi. Gue disuruh daftar. Gue masih panik. Masih nangis. Gue sempet ke dokter IGD dan nyeritain kronologis kejang Ahmad kali ini. Beliau nyaranin rawat. Gue setuju. Gue disuruh balik ke pendaftaran lagi. Suara masih bergetar. Masih kecampur2 antara emosi takut, panik, kalut, minta ditolongin, abis nangis dan clueless nggak ngerti kenapa Ahmad bisa kejang di suhu segitu, nggak ngerti mau ngapain, nggak tau harus ngapain, nggak ngerti Ya Allah :( Akhirnya pendaftaran gue secara online dibantu sama bapak2 pendaftaran. Gue cuma ngasih KK dan KIA trus ttd online. Beres daftar, mamah dateng sambil nangis. "kaak, Ahmad coviiid ๐Ÿ˜ญ." Sedetik gue lega karena penyebab demamnya ketahuan, tapi sedetik kemudian panik lagi. Ya Allah Ahmad covid. Gimana ini ya Allah. Kok bisaa.. Dari siapaa... Jaga Ahmad ya Allah. Lindungi Ahmaad ๐Ÿ˜ญ" 

Gue dikasitau kalau Ahmad akan masuk ruang isolasi. Siapa pun yg akan nemenin Ahmad, nggak boleh keluar sampai Ahmad dibolehin keluar. Gue iyain. Gue yg jaga Ahmad. Akhirnya kita dimasukin IGD yg kepisah. Alhamdulillah di IGD nggak lama. Nggak sampe 1 jam, kita dibawa rontgen thorax dan abis itu diantar ke kamar isolasi. Alhamdulillah disini antigen gue masih negatif. 

ini di IGD yg udah dipisah
Ahmad merem, demam dan kedinginan :(
dan itu tidur ayam karena diazepam :( 

malam itu, begitu sampe ruang isolasi, dokter jaga masuk untuk ngecek dan nanya riwayat Ahmad. Suster juga gantian masuk. Bahkan belum 1 jam udah masuk lagi. Semuanya concern sama kondisi Ahmad. Semua kaya berusaha supaya Ahmad demamnya bisa terkontrol. Jam 12 masuk infus obat antikejang, phenytoin. Suhu Ahmad masih di kisaran 38. 

Menjelang jam 3, Ahmad bangun. Kaya mengerang gitu. Mungkin  mau bilang "mah, ahmad sakit :(" tapi ahmad masih belom ngomong :( gue kasih minum. Hampir abis 1 gelas 400ml. tapi gak lama, muntah :( suhunya mulai naik lagi ke 39. Suster gercep langsung ambil pct infus, dan diinjeksi ke Ahmad. Suhu Ahmad turun ke 38,8. Sampai besoknya di hari Rabu, suhu Ahmad masih berkisar 38-39. Bahkan sempet 39,7 di Kamis subuh. hiiksss.. karena pengalaman nggak enak di RSIA Bunda Aliyah kemaren, gue berusaha untuk nggak terlalu manggil suster. Gue kompres Ahmad terus. Eee susternya malah yg request "ibu, ibu kan punya thermometer. Ibu suhu terus ya. Kalau naik 38,6 lagi ibu kasitau kita." Gue iyain. Udah hampir 1 jam gue belum lapor, susternya masuk lagi, ngukur suhu Ahmad lagi dan lapor ke dokter jaga lagi. MasyaAllah perhatian dan bertanggung jawab sekali suster2 disiniii.. Beda banget sama di Bunda Aliyah kemarin ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ bukan 1 suster aja. Tapi semua suster yg in charge di ruang isolasi ini, semuanya kaya ngerasa bertanggung jawab sekali untuk bisa nurunin suhu Ahmad ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ MasyaAllah... 

ini rabu dini hari abis muntah. 
udah mulai ngerang2 :( ๐Ÿ’”

ini rabu pagi menjelang jam 7an

Rabu subuh, gue mulai bersin2. Positive thinking. Mungkin karena gue minta ac dimatiin dan buka jendela. Mungkin karena pengaruh debu dari genteng sekolah di belakang RSKD ini. 

Rabu sore, dsa masuk. dr nadia. Beliau bilang "kalau PCR ahmad negatif, ahmad rencana dipindah ke gardenia, biar bisa dipantau juga sama dsa konsultan syaraf". Tapi Kamis nya, gue tanya ke suster, PCR ahmad positif :( Kita pun lanjut rawat di ruang isolasi :(

Alhamdulillah kondisi Ahmad makin membaik. Suhu ahmad mulai stabil hari Kamis siang. Jumat alhamdulillah udah bener2 aman. Waktu dr nadia masuk hari Jumat, beliau bilang kalau Sabtu, ahmad udah bisa pulang, lanjut isoman di rumah. Gue sempet takut karena kalau ahmad isoman berarti di rumah. Bukan di kamar. Gimana mamah sama papah :( Tapi gue pun nggak ada jaminan masih negatif :(

Jumat malam, infus udah copot
susah bgt nyari infus Ahmad dan susah bgt juga menjaganya :(

nakecik udah matgay
gaboleh keluar kamar sama mamahnya
bahkan pipis pun disuruh digayung saking mamah nya parno

Sabtu pagi. Sebelum dr Nadia visit

Ahmad suka bgt sama nasi tim ayam RS
topping ayamnya beda2 tapi semuanya Ahmad suka. Alhamdulillah dia mau makan :')
Pas mau pulang, saking doi excited buka makanannya, Dan lagi gue tinggal ke toilet, tumpah aja dong. Pas tumpah nggak nangis tapi kaya speechless. Trus dia berusaha lari keluar kamar. Gue marahin, pura2 cyubit. Eee nangis. Berlinang2. Kayanya sekalian nangisnya krn nasinya tumpah :(

Bismillah akhirnya pulang. Obat diambil riko. Kita dijemput papah. Sabtu siang kita udah di rumah. Gue suruh bokap-nyokap pake masker dobel. Karena ahmad masih positif dan gue nggak tau apakah gue masih negatif. 

Oiya, sebelumnya di hari Jumat gue dihubungi sama tracer Puskesmas Duren Sawit terkait hasil PCR ahmad yg positif. Kita serumah dijadwalin PCR di hari Senin, 11 Juli 2022. Hasil diinfo di hari Selasa. Semua positif kecuali Rafy :( Dunia gue tiba2 terasa slow motion. Mamah ada hipertensi. Papah emang udah nggak enak badan sejak ahmad pulang rawat Bunda Aliyah. Gimana ini ya Allah :( gue tanya mamah gimana rasa badan beliau. Beliau bilang biasa aja, rasa udah tua, capek, lemes. Gue kasitau kalau beliau positif. Alhamdulillah beliau nggak shock. Gue samperin bokap ke kamar depan, nanya gimana rasa badan beliau. Beliau bilang gapapa. tapi mah sebenernya masih batuk bgt, capek, lemes. Gue kasitau kalau beliau positif. Alhamdulillah beliau juga nggak shock. Setelah dapet kabar positif ini, kita semua sibuk mikir masing2. Udah terbang2 rasa badan. Nggak tau masa isolasi ke depannya akan gimana. Tapi bismillah dengan izin Allah InsyaAllah akan terlewati.

Hari ini hari ke-8 isoman kita. Dan hari ke-14 ahmad. Semua masih bergelaja. Kondisi badan masih up and down. Kadang berasa segeran, kadang drop lagi. Ahmad pun demikian :( Bismillah. Mudah2an cepet abis virusnya, cepet fit badannya. Rencana perjalanan ikhtiar untuk ahmad, terutama setelah kejadian kemarin, terhampar panjang di depan mata. Menunggu untuk dijalani. Bismillahirrahmanirrahiim.. Mudah2an dimudahkan Allah swt. Mudah2an kami selalu diberi kesehatan. Semoga Allah ridho memberikan kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta menjauhkan kami dari siksa api neraka.  Aamiin allahumma aamiinn.. 



Ps: udah bisa nulis judul kaya gitu. Mudah2an gue juga bener2 udah ikhlas nerima semua ketentuan yg ditetapkan Allah untuk Ahmad, baik yang kemarin maupun yang akan datang. Mudah2an dapat pahala sabar. Mudah2an dinaikkan kelasnya oleh Allah. Mudah2an semakin disayang Allah. Mudah2an makin ditambah nikmatNya. Ditambah syukurnya. Dilapangkan dadanya. Dilapangkan hatinya. Aamiin allahumma aamiin.. insyaAllah :')

22 Mei 2022

Ikhtiar untuk Ahmad #2


Kamis, 17 Maret 2022
wfo. abis solat zuhur, izin ke mas ian buat follow up RSPAD kemarin. Sampe RSPAD jam 1 lewat 20. Langsung ke tempat MRI dan naro berkas. tapi nggak dipanggil panggil :| udah bolak balik nanya petugasnya tetep belum dipanggil juga. Sampe menjelang jam setengah 3 ada ibu2 yg mau daftar MRI juga. Bedanya, dia udah reschedule karena di penjadwalan yg lalu, qadarullah si anak kena covid. Ngeliat doi dilayani, gue bergerak maju dan bilang "Bapak, berkas anak aku boleh sekalian. Biar aku bisa bareng sama ibu ini." Dan dibawa lah berkas Ahmad sekalian. Sambil nunggu, gue ngobrol sama ibu itu. Berkas kita keluar, anak yg diurusin si ibu kebagian MRI tanggal 25, hari Jumat. Trus si ibu disuruh balik ke poli anak lagi. Gue minta bareng sama si ibu, tapi kata si petugas, si ibu duluan aja. Okelah. Mungkin karena reschedule. Ahmad dijadwalin tanggal 28, hari Senin. Selesai di MRI, gue langsung lari2 ke poli anak. Berharap masih bisa ngekor si ibu. Ketemu sih tapi sama suster di poli anak kita disuruh balik lagi besok aja. Hiks :( Tapi gapapa. Semangat ficha semangat... Gue ngomong ke diri sendiri. Wkwk. Dan gue pun balik ke kantor.

Jumat, 18 Maret 2022
berangkat sendiri lagi dari rumah jam 7an pagi buat naro berkas. Ahmad-mamah-papah nyusul berangkat jam 9an. Ahmad sampe RSPAD jam 10an, tapi dokternya antri banget nggak kaya hari Rabu. Ahmad baru dipanggil jam 12 kurang dan jadi pasien terakhir dr Yenny. Dokternya informatif sekali. Semuaaa dijelasin. Gue ceritain riwayat Ahmad, trus dirujuk macem2. Tes BERA, THT, Tumbang :') ada kali 40 menitan kita di dalam. Selesai dari beliau, suster Tri ngasih penjelasan detail terkait step2 yg masih harus dilalui sebelum MRI. Ditulisin di kertas sama beliau. Tapi gue tulis ulang karena otak aku lebih mampu merekam informasi kalau ditulis ulang :')
Kurleb ini yang masih harus dijalanin sebelum pelaksanaan MRI:
1. 24 Maret, PCR
2. 25 Maret, ambil hasil PCR, kalau negatif lanjut ke anestesi
3. 27 Maret, Ahmad masuk ranap dan sebelum jam 12 penjaga harus udah antigen negatif
Gue sempet nanya gimana yg tes BERA sama ke Tumbuh Kembang? Tapi kata suster Tri, nanti dulu aja. Kasian nanti Ahmad kecapekan kalau berturut2. Okelah. Jam 2 an kita pulang.

notes suster Tri

Kamis, 24 Maret 2022
jadwal PCR Ahmad. berangkat duluan lagi sendiri ke RSPAD. Ke poli anak dulu, naro berkas, dikasih pengantar, baru ke lokasi PCR. Alhamdulillaaah sepi. Ahmad sampe RSPAD jam 9an, langsung ke lokasi PCR. Gue udah worry Ahmad akan susyah karena terakhir PCR waktu gue positif Covid tahun lalu kata mamah drama banget di Puskesmas Duren Sawit :( Ahmad berontak parah sampe dibantu pegangin sama petugas Puskesmas :( pun masih berontak :( trus sempet juga pas mau berobat ke Bunda Aliyah, baru ngeliat tenda putih aja Ahmad udah histeris. Padahal bukan mau PCR :(
Tapi Bismillahirrahmanirrahiiimmm.. tempatnya beda. Tenda-nya juga bukan putih. Army. Kan RSPAD. Huehe.



Ahmad sampe, langsung gue ajak turun. He looks excited. Tapii pas liat orang berhazmat, mulaiii.... Berusaha lari. nangis, teriak2. Ya Allah, mana tenaga Ahmad kuat banget :(( petugasnya juga ga bantu apa2. Tapi gabisa bantu apa2 juga sih wkkw. Bingung pasti :')
Ditengah suasana yg heboh dan hectic tersebut, akhirnya petugasnya ngasih colokan buat ngambil sampel itu ke gue sambil ngomong agak kenceng (krn suara Ahmad nggak kalah kenceng) "yg penting kena ludahnya aja bu." Okelah. Kena. Gue balikin colokannya. Trus bilang ke Ahmad, "udah. udah selesai. Yaaay udaah.. tukan cuma gitu ajaa.. nggak diapa2in." Ahmad bingung. Tapi masih waspada. Suara nangisnya udah mulai kecil tapi minta segera pergi dari situ. Dan jeng jeeeng gue baru inget tadi gue langsung bawa Ahmad tanpa bawa apa2. Dan mamah masih di mobil ikut nemenin papah nyari parkiran. Wkwkwk.. drama-nya belum selesai pemirsaa.. Ahmad masih belum tenang sepenuhnya dan gue nggak tau papah parkir dimana. Karena takut selisih jalan, gue nunggu sekitaran situ aja tapi Ahmad gamau. Sampe lari2 dan tidur2an di jalan pun. Wkk... Mau nyerah rasanya :') tapi gak boleh nyerah ficha nggak boleeehh.... Di tenda depan ada petugas juga, trus gue beraniin nyamperin sambil tetep megangin Ahmad yg berusaha kabur buat minjem hp untuk nelepon papah. Ada bapak2, mas2 dan mba2. Gue ngomong ke Bapak2. "Pak boleh pinjam hp buat nelepon papah aku? Aku lupa tadi turun nggak bawa hp." Si bapak mau minjemin tapi dia nggak punya pulsa, akhirnya mba yang disamping beliau nawarin "Pake hp saya aja bu." Dan gue langsung pinjem. Nelepon Papah dan langsung diangkat Alhamdulillah ya Allah.... :((
Nggak lama, papah sampe. Pas liat mobil, Ahmad mulai tenang dan langsung buru2 masuk mobil. gue pun masuk mobil. Haaahhh... Wkwkkw... mau nangis rasanya. wkwkkwkw.. capeeekkk... MasyaAllah Ahmad I love you so much! Allahu Akbar! MasyaAllah Tabarakallah.... Allahu Akbaaar....
dan kita pun pulang~

Jumat, 25 Maret 2022
berangkat ke RSPAD duluan lagi. buat daftar konsul dr anestesi. tapi ambil hasil PCR dulu, lapor poli anak, dibuatin pengantar ke anestesi, baru naro berkas ke anestesi. Ahmad udah sampe dari jam setengah 11 tapi ternyata poli anestesi penuh. Ahmad baru masuk jam 12 kurang. Konsulnya nggak terlalu lama. Selesai jam setengah 2an. langsung pulang.

Minggu, 27 Maret 2022
pagi jam 9an ke RSPAD sendiri buat antigen. abis antigen, daftar rawat inap trus lanjut ke ruang rawat anak. Di ruang rawat gue minta tolong sama susternya supaya Ahmad bisa dikasih kamar sendiri. Kemarin waktu konsul dokter, sempet bilang juga sama suster Tri. Kata suster Tri, "coba nanti ibu bilang di ruang rawat. Sekarang lagi nggak penuh. mudah2an bisa." Dan gue coba. Tapi kata suster yang jaga di ruang rawat inap saat itu "Kalau ibu mau seperti itu, ke RS swasta. Ini RS Pemerintah." gue iyain aja. Trus gue pulang. Sampe rumah jam 1an. Beres beres beres siap2in bawaan Ahmad, jam 5 lewat kita berangkat lagi ke RSPAD. Sampe RSPAD udah magrib. Suster jaganya udah ganti. Gue masih mau usaha. Nyoba bilang lagi sama suster yang jaga supaya Ahmad bisa dikasih kamar sendiri. trus beliau bilang "Saya coba izin ke kepala ruangan ya Bu." Gue balik ke mobil karena ada yang ketinggalan. Pas balik ke ruang rawat, Alhamdulillah Ahmad udah di kamar sendiri :') Alhamdulillah ya Allah :')
Mamah Papah di RSPAD sampe jam 8an. Abis itu gue suruh pulang aja. Kasian nenek-nenek sama kakek-kakek udah tua masih aja gue susahin. Harusnya beliau tinggal seneng2 kumpul2 sama temen pensiunnya. Tapi masih banget ikut ngurusin gini2 :(
mereka pulang dengan mata berkaca-kaca. kaya nggak tega ngebiarin gue sendirian jagain Ahmad tapi fisik mereka juga udah nggak sekuat itu. Bismillah ada Allah :') Allah jadi Ahmad. Allah jaga mamah-papah. insyaAllah. Aamiin yra..
Alhamdulillah Ahmad seneng main di kamar karena gambar kamarnya pororo. wkwkw. dia makan lahap, main, muter2 kamar, megang2 gambar pororo di dinding, nyuruh gue nyanyi pororo, Alhamdulillah Allah mudahkan :') Beberapa kali dokter visit. Dokter jaga, dokter ruang, dokter koas. sempet drama tapi drama minor. Ahmad tidur jam 12 kurang dan Alhamdulillah pules sampe pagi.

RSPAD at night

kamar pororo~

matanya agak beler sih. Wkk



my sleeping prince :')
MasyaAllah tabarakAllah


Senin, 28 Maret 2022
The day! Bismillahirrahmanirrahiim....
Mamah udah sampe RSPAD dari jam setengah 7 pagi. bawain lontong buat sarapan akyu. Ahmad puasa. cuma boleh minum air putih sama valproic aja. Jam MRI Ahmad masih belum tau. tapi kata suster jaga biasanya kalau yg ranap ditaro di slot pagi. Udah jam 8 lewat tapi masih belum ada info pasti. Ahmad udah uring-uringan. laper. Dokter koas juga udah berkali-kali masuk. Ahmad udah ngerti, dia ngumpet dan nutupin dirinya pake bantal setiap kali dokter masuk. Kayanya masih trauma waktu diambil darah. Jadi defensif sama dokter yang berjas warna-warni. 
Jam 9 suster datang dan ngajak ke ruang MRI. Jalan lah kita ke ruang MRI. Pas masuk ruang MRI, Ahmad masih kooperatif. Tapi pas liat nakes berjas warna-warni, mulai lagi... Berusaha melarikan diri. Dan drama pun dimulai:') Ahmad gabisa dipegangin pun. Lariii.... hampir semua petugas di ruang MRI ikut berusaha nangkep Ahmad supaya bisa diinfus. Udah kaya lagi nangkep tikus :'( Karena kayanya nggak mungkin pasang infus dengan kondisi Ahmad sesegar itu, dokternya izin buat bius Ahmad dulu sebelum pasang infus. Dan terpaksa gue iya-in. Mau gimana kaan :( Surprisingly, udah dibius pun masih kuat jalan. Dokter pun amaze. Sampe akhirnya lemes, gue peluk, tidurin di tempat tidur, baru berhasil pasang infus. Itu pun masih dipegangin suster lain karena masih punya tenaga buat berontak. Abis itu Ahmad masuk ruang MRI. gue diminta tunggu di luar aja sama dokternya. Gue izin biar bisa sambil liat proses-nya dari ruang kerja petugas MRI. dan Alhamdulillah diizinin. Prosesnya sekitar setengah jam. Alhamdulillah selesai, gue disuruh masuk ruangan dan bawa Ahmad. Ahmad masih antara sadar nggak sadar, lemes tapi tetep mau jalan sendiri. gak mau didorong. jadilah kita balik ke kamar ranap jalan kaki. Karena masih lemes bgt, gue pegangin banget. Sampe kamar udah ada papah yg bawain makanan Ahmad. Dokter jaga masuk, ngasih tau kalau udah boleh kasih Ahmad makan dan minum. Tapi sedikit-sedikit. Minumnya juga disendokin. Khawatir refluks efek samping obat bius. Kata dokter kalau nggak ada efek samping berarti, siang udah boleh pulang. Tapi kita dapet info kalau hasil MRI biasanya keluar sore. Jadi kita sambil nunggu hasil MRI aja. Sampe jam 3an masih belum ada info hasil MRI. Udah mulai uring2an. Kalau sampe malem, mending besok aja. Tapi kalau besok, gue harus ke RSPAD lagi supaya Rabu bisa dibawa ke dr Herbowo. hmmm..... Karena nggak pasti, akhirnya diputuskan pulang aja. Tapi karena masih penasaran, abis bawa2in barang ke mobil, gue balik ke ruang MRI dan Alhamdulillah hasilnya udah keluar. Alhamdulillah nggak perlu balik lagi besok... Langsung ambil, anter copy hasil ke ruang ranap dan pulaaaang... Disuruh balik lagi RSPAD hari Kamis, 31 Maret 2022 buat kontrol hasil MRI.

ini pada saat proses MRI

ini setelah MRI. antara masih jetlag efek obat bius atau, shock krn abis diuber2 banyak orang :(

ruang tunggu kamar ranap

Kamis, 31 Maret 2022
Ke RSPAD lagi buat kontrol hasil MRI. seperti biasa, gue berangkat duluan. Ahmad-mamah-papah nyusul. kali ini ketemu dr Huiny. Awalnya dr Huiny sempet nyuruh kita balik ke dr Herbowo lagi aja. tapi gue bilang "gapapa dokter. Ahmad disini juga aja." Akhirnya doi nerima. ngasih penjelasan panjang lebar. Alhamdulillah hasil MRI Ahmad nggak ada yg dikhawatirkan. Ahmad disaranin turun dosis lagi. sampe akhirnya berhenti obat. Tapi beliau nggak mau lama2. sebelum 6 bulan harus udah stop. Mungkin karena gue keliatan nggak yakin, doi bilang "dibicarakan dulu aja sama suami. dari saya seperti itu." Selesai dari dr Huiny, kita pulang.

Rabu, 6 April 2022
Ke Brawijaya Saharjo. Karena di minggu pelaksanaan MRI Ahmad, dr Herbowo cuti dan di hari Senin-nya gue wfo, jadi kita baru ke dr Herbowo hari ini. gue minta maaf karena baru balik lagi soalnya gue pake BPJS di RSPAD. beliau don't mind. malah bilang "termasuk cepet ini kalau pake BPJS". Dibaca hasilnya sama beliau. sama kaya dr Huiny, beliau bilang nggak ada hal-hal yang seperti dikhawatirkan (gumpalan darah, etc). hasil MRI bagus. berarti kejangnya karena asd dan dari hasil MRI, asd-nya dari genetik.
seperti pertemuan sebelumnya, Ahmad terusin dulu valproic di dosis 6 ml sampe 6 bulan ke depan. Setelah 6 bulan, eeg ulang. Kalau hasil eeg bagus, tipping off valproic 6 bulan sampai putus total. Tapi dr Herbowo bilang "nggak ada kepastian hasilnya akan bagus. Nggak ada jaminan eeg 6 bulan ke depan akan bagus dan kita bisa turun dosis. Kita liat aja nanti." Gue agak drop dengernya :( karena pasti gue ngarepnya akan denger yang bagus-bagus aja. Yg memberi harapan. Tapi kan ya nggak mungkin bisa menerapkan teori mendengarkan saat ini :( Bismillahirrahmanirrahim... Allah pasti memberikan yang terbaik. Kalau menurut gue bukan yang terbaik, mungkin itulah yang terbaik dari Allah. Kan Allah yang Maha Tahu. La Allahu Khair. Pasti ada kebaikan. Allah tidak pernah mau menzalimi hambanya. Ayo ficha khusnuzon sama Allah.. semangat semangaatt... Bismillahirrahmanirrahiim....

Alhamdulillah ikhtiar untuk Ahmad ini dimudahkan oleh Allah. Alhamdulillah diarahin Allah lewat mora supaya pake BPJS. Kalau pake pribadi, ternyata biayanya bukan cuma buat MRI 5,5 juta aja. Masih ada biaya2 lain lagi yg harus dikeluarin. Untuk rangkaian tes sebanyak itu mulai dari cek darah awal, thorax, PCR, anestesi, jasa visit dokter berkali2, obat anestesi, rawat inap (Ahmad harus sekamar sendiri) serta biaya2 alkes yg dipake :') MasyaAllah.. insyaAllah Allah pasti ngasih aja rezeki. tapi arahan buat pake BPJS dan arahan untuk milih RSPAD sebagai RS aja adalah rezeki dari Allah :') semua semuanya dimudahkan. semua2nya dilancarkan. Mulai petugas BPJS yg helfull, suster2 yg informatif, segala previlege yang dikasih buat Ahmad. Maha baik Allah. Allahu Akbar.

Semoga Allah selalu memberikan nikmat sehatNya untuk Ahmad, Mamah, Papah, Rafy, Ka. Semoga kami semua selalu berada dalam lindungan Allah swt.
Gue pernah baca, "nikmat Allah yg terbesar itu adalah nikmat sehat dan waktu luang". Gue ngerasa sejak lebaran tahun lalu nikmat sehat dan waktu luang tersebut berkurang dari Allah :( pasti karena kami lalai :( Semoga Allah memberikan lagi nikmat sehat dan waktu luang tersebut untuk kami sekeluarga. Ampun atas semua dosa dan lalai kami ya Allah. Ampun... Berikan lagi ya Allah. Berikan lagi nikmat sehat dan waktu luang tersebut untuk kami. Aamiin Aamiin yra...



*fin...