17 November 2023

current anxiety

dear love, my melancholy side is just about to burst out in a sudden.

you know love, I always worry about you... 

your health, your condition, your body, your mood, your therapy continuity, your medication, your feeling, your vitamin, your food, your clothes, your underwear, plan about your circumcision, about you who I left home with otousan and okasan, about my wish to keep making you happy, about your sleep, about your blanket, about your pillow, about your pajamas, I just worrying anything about you....... 

I know this is not good for me, my feeling, my body, my mood, my health, my sleep quality, and this could be not good for you too.. Maybe people will see me as an overprotective mother but aaaaall I did, my reason to act like this is only to keep you healthy and make sure that you're okay... I just want to keep you  fine.  just it!

dear love, I've been through uncountable miserable things that I wish would never happened to you. I saw each of it with both of my own eyes. And to be honest, I was so scared... It was too scary. I always pray to Allah that I will never see it happened to you again so I won't seeing it anymore. I always pray to Allah that there will be only happy things in our life. I always pray for that, love..... 

but despite of aaaaaalll of the scary things that happened to you previously,  Alhamdulillah Allah still lend you back to me.. you are still with me. We're still together looveee.......... 

you know love, I think basically I'm just afraid of loosing. I'm afraid of loosing you. since I love you soooo much! I don't know what will I be if there's no you in my life. It could be empty. And your presence is just everything. you fill my holes. yes you are..

dear love, I just want you to know it.

I love you

I really do

15 Oktober 2023

Hello October

This is just half of October but it feels like I've been full... 

May was my starting point. I informally told my boss about the plan. He's kinda shock. He even ask me to take some day off to clear my mind. But all I think for the whole time, the only way to clear my mind is to have it done.. 

in June, we took mandatory family portrait for every Eid. Since Ahmad got a super high fever in the morning, right before we're going to pray Eid Al-Fitr (and then confirmed as covid again in RSUD Duren Sawit at night), we didn't take any picture that we used to that day...  

demo, here's our family portrait in Eid Al-Adha 

we moved to our new home in July. My mother's sih. But she said that this is ours, so this is ours :) I started to move on from the scary things that happened to Ahmad before. I accompanied him to have therapy session again. I took him to mall again. I just want to make him happy :') 

but unlucky, he's not that strong yet.. In August, he got the seizure again because we're going to his therapy by grab car. And yes he's not that strong yet.. That day, after we got home, he became silent. He ate but after that he throws it up. At night, he throws up again.. And a second later, he got the attack. Hiiikkkss... My heart just torn into pieces again.... 

September supposed to be our happy month because this is Ahmad's month! But only 3 days before his eight, he got the attack again. At this point, I feels like numb. I didn't know how to react. Yes I did help him to put diazepam when the seizure come, but after that I just freeze. I couldn't think clearly, I couldn't talk and even I couldn't cry like I used to. I just kept on looking at him, accompanying him, be beside him, holding his hands while contacting any doctor. 

but Allah is the Almighty. He still gave His permission for me to take Ahmad's picture when he was 8 like I usually did.. Allahu Akbar. 








and the update by half of this October is the process in my office about the plan is done. So I could take it up and out to the different level. Tomorrow supposed to be our third meet. And about Ahmad is still on process too, we went to Prof Irawan last month. He changed Ahmad's medicine to Levetiracetam. And I think I will follow him for Ahmad's sake... 

Still, there will be another two months left for this year.  May they become the sunshine after the rain. For me, for Ahmad, for my mother, for my father and for everyone who had serious problems in their lyfe. Aamiin yra... 

09 Mei 2023

060523

akhirnya selubung itu bersedia pergi 

akhirnya dia bilang dia serahkan aku kembali 

ya! 

akhirnya.. 

sedetik ku merasa lega 

sedetik kemudian terbayang jalan di depan mata 

terlihat panjang 

sangat panjang 

terlalu panjang 

hingga tak jelas bisa ku lihat apa 

kucoba agak picingkan mata 

masih juga belum bisa jelas ku lihat apa

masih belum terlihat apa apa 


apakah karena silau yang terlalu terang?

atau gelap yang kemarin, terlalu gelap? 


tapi sementara sepertinya memang masih akan gelap 

aku tahu

tidak mungkin akan langsung terang

aku tahu

tapi nanti pasti terang 

aku yakin

karena aku masih punya dia 

si bunga taman hati ku :')


tapi...

apa boleh ku harapkan dia (yang lain)? 

... 


berharap dia kepada siapa?

Allah.

karena aku selalu punya Dia

insyaAllah :')

29 April 2023

Ahmad kena covid lagi. Hiiikkkss

dulu fahmi pernah bilang. Katanya kalau anak sakit itu adalah untuk menggugurkan dosa orangtuanya. Hiks. Maafin mamah, Ahmad.... Mamah banyak dosaaa... 

Gak pernah kepikiran kalau Ahmad akan kena Covid lagi untuk yang ke-2 kalinya :(

Berawal dari Sabtu (22/4/23) pagi. 06.40 sebelum solat ied. Mamah-papah-rafy udah riweuh dan berisik mau berangkat. Gue aja kebangun. Tapi Ahmad belum bangun. Tadinya gue mau langsung bikinin sarapan buat Ahmad. Tapi mau ngecek Ahmad dulu. Gue pegang. badannya panaaass... Panik! Langsung ambil termometer dan ukur suhu Ahmad. 38.7! Makin panik! Langsung deg2an, takut, mau nangis, campur aduk. Tapi masih bisa mikir buat ngambil proriss supp dan proris syrup. Supp langsung dimasukin ke pantat, yg syrup dikasih minum Ahmad. Mamah manasin air. Selesai ngasih obat, Ahmad gue kasih minum. selesai kasih minum, air udah anget dan buru2 kompres Ahmad. Imam udah takbir rakaat 1. Mamah sama rafy buru2 berangkat. Selesai salam, buru2 pulang lagi. Ahmad masih dikompres. Belum di suhu ulang. 

4 jam kemudian, menjelang 10.40, Alhamdulillah kayanya suhu Ahmad mulai stabil. Tapi tetep gue kasih Ahmad paracetamol syrup. Abis minum pct alhamdulillah bener stabil.  Obat selanjutnya, proris syrup 14.40. Menjelang 13.30 Ahmad udah ngantuk bgt. Tapi gue tahan karena tanggung makannya dikit lagi. 14.00 udah nggak tahan banget. Akhirnya makannya udahan. Gue kasih minum. 14.15 tidur. Ahmad tidur di sofa bed. Bukan di kamar. Ahmad udah mulai tidur, gue jemur singletnya yg kena basah2 keringet dikit. Sambil nyari nacl buat nebu. Lagu nyari2 nacl, kaya ada suara ahmad kejedot jendela. Pas gue liat, Ahmad kejang! 😲 kejaaaangggg ya Allah.... 😲😲😲😭 buru2 lari ke kulkas ngambil stesolid supp. Masukin ke pantat Ahmad. Sambil ngucap Astagfirullah beeeerkali-kali. Stesolid masuk. Gue nangis 😭😭😭 kok Ahmad bisa kejaang 😭😭😭 Gue ukur ulang suhunya, 36.5. Kok 36.5 udah kejanggg 😭😭😭

Alhamdulillah kejangnya berhenti. Tapi nangis gue belom berhenti. Mamah nyuruh nelfon Riko. Dia pulang ke rumah ibunya. Berangkat sejak Rabu subuh. Gue telfon beberapa kali sampe akhirnya diangkat. Ada ibunya juga. Gue masih nangis. Gue ngasitau tadi pagi Ahmad demam. Trus barusan kejang. Dia istigfar. Ibunya juga. Trus ibunya nangis juga.

Setelah Ahmad sadar, gue wa beberapa dokter. Yang bales dr. Ernadia (yg ngerawat Ahmad di RSKD Duren Sawit waktu kena Covid tahun lalu). jawab beliau "Kalau kejang lagi, bawa ke IGD". 

Abis itu Ahmad tidur. Suhunya menuju demam :( Udah 37,sekian. Masuk diazepam emang bikin ngantuk. Ahmad cuma bangun sekitar 10 menit atau 15 menit. Azan magrib disuruh bangunin sama mamah. Gue kasih minum, gue kasih obat, gue kasih minum lagi. Muntah 😭
Ya Allah gagal banget rasanya ka jadi ibu 😭😭😭. Salah terus nge-treat Ahmad 😭😭😭

Abis muntah, Ahmad keringetan. Suhunya mulai normal lagi. Alhamdulillah. Gue kasih minum lagi. Gue kasih obat lagi (karena tadi dimuntahin) gue suapin makan. Tapi makannya diemut.  Sekitar jam 19.00 tidur. Jam 20.00 bangun, gue suapin lagi. Tapi sambil ngantuk2. Abis itu gue nggak liat jam lagi. Ahmad tiduran dipangku gue sambil gue suapin makan. Trus gue ikut ketiduran. Gue kebangun karena Ahmad bergerak kaya mau muntah gitu. Etapi nggak lama, kejaaang 😭😭😭 laaagiiii 😭😭😭 ya Allah.... gue teriak lagi manggil mamaah yg lagi di kamar rafy 😭

Oke berarti ini nggak bisa. Harus dibawa ke RS. Setelah masukin diazepam lagi, gue ambil tas Ahmad, masukin singlet, cd, baju yg longgar2, celana, handuk, termometer, obat, segala perlengkapan yg kira2 akan dibutuhkan nanti kalau ranap. Gue ambil juga beberapa daster+cd sama masker. Gue udah bolak-balik beresin ini-itu, ternyata Ahmad masih belom sadar. Masih mereng matanya, dia kejang absanss... 😭😭😭

Rafy siap2 ke mobil. Gue ganti baju. Rafy sampe rumah lagi, langsung gendong Ahmad. Gue bawa bawaan. Mamah ikut. Kita berangkat ke RSKD Duren Sawit.  Alhamdulillah cuma keluar komplek aja. Sampai IGD gue masih panik. Meledak2. Gue jelasin ke dokter sambil tetep deg2an panik, nangis. Ahmad diinfus, diambil darah. Gue disuruh daftar. Gue daftar. Daftarnya lama karena ada ibu2 yg datanya bermasalah. Trus Ahmad didorong keluar ruangan. Ke ICU khusus. Trus gue dikasi tau nyokap kalau ternyata Ahmad covid. Coviiiiiddd??? Laagiii??😭 ini kecurigaan gue antara Riko sama Papah. Both of them are itikaf di mesjid di 10 malam terakhir. Tapi malah jadi batuk, pilek, meriang. Hiiikkkkssss...... YaAllaaahhh.... yaudahlah siapa aja lah yg nularin Ahmad, sembuhkan Ahmad ya Allaah.. Jaga Ahmaaaad 😭😭😭

di IGD isolasi
Ahmad abis diinfus pct 1 gr. 
Iya. 1 gr = 1000 mg 😒

Ahmad udah di kamar ranap yg sama kaya tahun lalu, di ruang Arbei.

Ahmad masuk kamar Minggu (23/4/2023) dini hari sekitar 00.30. Alhamdulillah suhu Ahmad aman sampai subuh. Sekitar jam 01.00 sempet diinfus phenitoin (gue minta). Tapi jam 06.00 mulai lagi suhu Ahmad kaya mau naik :( sekitar jam 09.00, masuk pct injeksi. Sambil terus dikompres. Menjelang zuhur mulai naik lagi :( masuk lagi phenitoin injeksi. Menjelang sore 17.30, mau naik lagi. masuk lagi paracetamol injeksi. Hiikkksss.. Banyak banget obat masuk ke Ahmad 😭

Alhamdulillah abis magrib suhunya mulai stabil. Ahmad udah mulai rusuh. Kalau Ahmad mulai rusuh, insyaAllah artinya dia mulai enakan. Alhamdulillah ya Allah... 

anak kecil kesayanganku yg suhunya mulai stabil dan mulai gratakin apa-apa yg bisa digratakin. Hiks. I just love him so much 😒

Minggu malam (23/4/23) Ahmad tidur menjelang jam 10 malam dan Alhamdulillah suhu Ahmad aman sampe pagi. 

Senin (24/4/23) seharian aman. Amaaaaannn bgt. Infus Ahmad udah copot dan Ahmad udah bergerak kesana-kemari (tapi tetep dalam kamar aja).,gue sampe foto2in Ahmad... 



Gue juga kepikiran nanti malam mau wa dr Ernadia supaya besok (selasa) udah dibolehin pulang. Etapiii tiba2 menjelang tidur malam badannya mulai anget lagi. Suhunya diatas 37,5 lagii... Ahmad demam lagiii 😭lapor suster lagi dan diinjeksi pct lagi. Hiiiikkksss... 

Besoknya (Selasa 25/4/23) sebelum dr Ernadia visit, badannya Ahmad masih anget. 

πŸ‘©‍⚕: "yaahh..kok demam lagi. coba istirahat lagi dulu ya."
πŸ§•πŸ»: " Iya dokterrr :( rencananya, tadi malam aku mau wa dokter. minta supaya Ahmad boleh pulang hari ini. Tapi aku belum sempat wa dokter, tiba2 anget lagi badannya :( "
πŸ‘©‍⚕: "Tadinya memang mau saya kasih pulang hari ini. Hmmm... Yaudah, kita coba ganti semua obat injeksi sama oral ya. Kita pantau sampai besok".  
πŸ§•πŸ»: " baik dokter"

Dan dicopotlah perangkat mesin2 infus itu. Tapi infusnya masih dipasang. Mesin buat ngitung tetesnya aja yg dicopot. 

waktu Ahmad demam lagi

sebelum dr Ernadia visit hari Selasa.
Ahmad masih demam :(

bangun tidur siang, Alhamdulillah suhu Ahmad mulai stabil lagi. Hiikksss. Alhamdulillah.... Alhamdulillah ya Allah.. 😭 Rollercoaster bgt rasanya. Hiiikkkssss

Ahmad mulai rusuh lagi. Gapapa deh gapapa beneeerr yg penting sehaat 😭 sekitar jam 4an, Ahmad nyodor2in tangannya yg diinfus. Bis ditarik dong ternyata bantalannya 😩 gue panggil suster minta benerin. Udah. Bener. Menjelang magrib, Ahmad diem lagi. Udah takut lagi kan gue Ahmad nggak enak badan lagi 😭 trus gue liat infusnya. Tangannya bengkak. Hiikkksss.. ini kan bisa bikin demam juga 😭😭😭Gue matiin infusnya, trus panggil suster lagi. Dibukalah. Dan bener bengkak. Akhirnya dikompres pake air dingin.


Gue gatau rasanya gimana tangan bengkak karena cairan infus, tapi Ahmad nyodorin segala jenis obat ke tangannya yg bengkak. Hiikkksss.. Anakku pinter ya Allah.. 😭 jaga dia. Ampuni akuu. Aku yg banyak dosa 😭😭😭

Malamnya Ahmad tidur menjelang jam 10 juga. Alhamdulillah nyenyak. Bangun langsung minta makan. πŸ₯²

nyuruh buka tupperware. Karena dari kemarin dibekelin sayur bening sama nenek dan Alhamdulillah Ahmad suka πŸ₯²

Rabu (26/4/23) abis sarapan, Ahmad tidur2an di perut gue sambil main HP. Gue ketiduran, Ahmad juga πŸ˜… dr Ernadia visit sekitar jam 10. Gue kebangun. Ahmad Alhamdulillah udah stabil. Udah diizinin pulang. Urusannya beres sekitar jam setengah 2. Kita pulang dijemput Rafy. Rafy ke mobil, kita nunggu di lobby sambil cuci tangan. 



Kita langsung ke puskesmas, karena gue udah dihubungi sama tracer PKC duren sawit. Dan ditunggu sampe jam 2. Jam 2 kurang 5 kita sampe. Puskesmas udah sepi, tenda swab udah kosong. Nggak sampe 10 menit, selesai. Gue balik ke mobil. Hari hujan. Gue minta rafy muter dulu sebentar. Kasian Ahmad pas keluar ruangan isolasi langsung norak gitu πŸ₯². akhirnya diajak muter sampe karet, baru pulang. Sampe rumah Ahmad riang. Rumah nenek yg rapih jadi berantakan lagi. πŸ₯² maaf ya nenek.. πŸ₯²πŸ₯²πŸ₯² Ahmad sayang nenek πŸ’›πŸ§‘πŸ’š

Ya Allah, setelah ini masih panjang lagi jalan yg harus dilalui untuk Ahmad ya Allah. Mudahkan ya Allah. Mudahkan kami dalam menjemput kesembuhan Ahmad. Sehatkan juga nenek sama enyik. Izinkan ka untuk masih bisa sama2 mereka. Mampukan ka untuk menjaga dan membahagiakan mereka semua ya Allah.. Aamiin Aamiin YRA... 😒

03 Januari 2023

when in Hotel Borobudur (the very first time make use of office facility)

Selain karena kerjaan, udah jadi kebiasaan juga kalau mayoritas kantor akan bikin lebih banyak kegiatan di akhir tahun untuk menghabiskan anggaran. And so do mine. Singkatnya ada 2 kegiatan dalam kota di weekend ini dan Alhamdulillah gue kebagian. Itu pun berkat ke-kekeuh-an seorang teman supaya gue diikutkan. a kind hearted young lady πŸ₯²

acaranya Jumat-Minggu. Jumat sampai larut πŸ₯², Sabtu sampe sore. Minggu bebaass~
Karena lah bebas dan ada kamar yg bisa dipake, ku bersikukuh supaya bisa ajak Ahmad. selama ini belom pernah ajak Ahmad.. Sempet hampir nggak dapet kamar karena miskom akyu gak mau pake kamar, jadi kamarnya dipake sendiri2. Wkwkkw. Tapi pada akhirnya malah dapet 3 kamar πŸ₯²πŸ₯²πŸ₯² walaupun kemudian di teruskan ke yg lain lagi. Wkwkkw

Ahmad sampe hotel hari Sabtu sore sekitar jam 6. sama Rafy sama mamah. Tapi parkiran penuh. Muter muter muter baru dapet parkir udah mau jam 7. Langsung bawa Ahmad ke kamar. 15 menit pertama, Ahmad happy. Namun selanjutnya bosen. Wkwkkw. Kamar hotel kan ya segitu aja ya ukurannya πŸ˜…. pagu pelaksana. Beda lagi kamar Menteri ya. Wkwkwk. Tapi jendelanya lebaaaaarrr dan view kamarnya menghadap ke Monumen Pembebasan Irian Barat yg di Lapangan Banteng, Gereja Katedral sama Masjid Istiqlal. Yg mana kalau malam lampunya nyala gemerlapan dan Ahmad suka ☺ tapi sukanya cuma 15 menitan doang juga. Wkwkw.. Setelahnya bosen lagi. Dan kemudian dikasihlah hp πŸ₯² supaya mau lanjut makan karena malam sudah semakin laruut~

ini setelah dikasih hp

Semaleman gue gabisa pegang HP. Dikuasai Ahmad. Bahkan untuk foto view malam aja gabisa πŸ₯²

and here is my morning view

Mamah bangun pagi seperti biasa. Doi susah tidur karena sesak. Lantai kamarnya karpet. Dan mamah riwayat alergi 😒
Jam setengah 7an mamah sarapan. Gue masih di kamar. Beres2 sambil nungguin Ahmad bangun. Setelah bangun, lap lap, ganti baju, bikin telor dadar, dan dimulai lah. "Ahmad, duduk di situ mau mamah foto"

bagyuus πŸ’›

banyak kan. wwkwkwk

dan mulai kzl πŸ˜…
foto ala siluet sama neneek~

rafy sama mamah selesai sarapan, Ahmad udah bosen bgt. menjelang jam 9 kita check out~

nakecik nunggu mamahnya ngembaliin kunci 

Christmas spot. Sebenernya gue nggak terlalu paham apakah untuk foto di spot Natal juga dilarang dalam Islam. Tapi lucu. Yauds capture aja buat konsumsi pribadi. Bismillah. πŸ₯²

mudah2an nggak dosa ya Ya Allah. kamarnya nggak kepake kok. insyaAllah bukan ngambil hak oranglain..

tapi kayanya udahan aja bawa ahmad kalau ada acara gini. kasian :( legaan di rumah. ahmad lebih bebas mainnya. bismillah semoga selalu diberikan kebaikan sama Allah. semoga sehat selalu. Aamiin yra...


06 Oktober 2022

Hari Anak Nasional

Kegiatan Ahmad di Hari Anak Nasional ini adalah kontrol ke dr Herbowo.

Setelah kontrol pasca ranap di RSKD Duren Sawit Rabu, 20 Juli 2022 kemarin, gue ngerasa kurang puas. I still don't know what to do :( clueless bgt :( oleh karena itu, Rabu sorenya gue wa dr Herbowo. Curhat tentang kegalauan ku sbb.. 


dan Sabtu pagi, berangkatlah kita, sama papah sama mamah ke RS Brawijaya Saharjo. 

Berikut penjelasan dr Herbowo:
1. Covid memang memicu kejang. Sangat memicu kejang. (later I know, secara lebih spesifik "covid memperburuk epilepsi") 

2. Dosis Asam Valproat Ahmad dinaikkan jadi 2x7ml. (penjelasan dr Herbowo: sebenarnya dosis saat ini 2x6ml udah bagus. tapi dinaikin aja sedikit biar kalau sakit nggak langsung ngefek ke kejang) Jika masih terjadi kejang, seminggu setelah dosis dinaikkan jadi 2x7ml, dinaikkan lagi jadi 8ml (karena naik dosis itu minimal 1 minggu). Kalau masih terjadi juga, obat ditambah atau diganti. 

3. Ahmad masih ada grok-groknya. nafas bersih tapi bunyi grok2. ini alergi. ini kemungkinan post covid yang bisa berlanjut jadi long covid sampai 3 bulan. batuknya nggak parah tapi alergi. jadi minum anti alergi minimal 2 minggu. nanti setelah 2 minggu, evaluasi. kalau udah, ya udah. kalau masih, lanjutin. cetirizine masih aman diminum sampai 18 bulan.  

oral: cetirizine untuk mencegah
trilac untuk menghentikan (gak boleh lebh dari 2 minggu)
inhalasi: salbutamol (untuk menghentikan)+pulmicort (untuk mencegah) 
combivent lebih keras. kalau bisa nggak dipake dulu
 
4. perbaiki pola tidur. 
tidur siang jam berapa pun, jam 4 harus udah bangun. 
tidur malam jam berapa pun, jam 7 pagi harus udah bangun. 

5. terkait prohiper. bukan ini obatnya. prohiper malah bikin lebih aktif. boleh ditanya ke terapis. kalau terapis merasa kesulitan dalam sesi terapi, bisa pake Risperidone atau Apidufon (?) karena permasalahannya lebih ke interaksi sosial. bukan hiperaktif.  kalau pun nanti diberi obat, karena lasaknya. kalau nanti umur 7 masih lasak, maksa dan susah dibilangin kaya gini, kita minumin obat untuk menenangkan. supaya mau nurut dan denger. sehingga hal2 yang dipelajari saat terapi dapat diterima dengan baik. jadi dia ngerti mana yang baik dan tidak. dalam 3 bulan kita akan putuskan akan dikasih obat atau gimana. awalnya akan dikasih full. mungkin 1 bulan dulu full. selanjutnya hanya dikasih bila perlu (kalau mau sekolah, mau ketemu orang dll). 

6. terkait sekolah, pilihan ibu untuk sekolah atau belum. tapi dia perlu tetap sosialisasi. tapi sekarang kita beresin dulu kejangnya.  

7. terkait gadget. stop it. 

8. Rencana eeg di bulan September, di-reschedule (karena kejadian kejang lagi di bulan Juni dan Juli). Eeg ulang 6 bulan setelah kejang di bulan Juli 2022. Berarti Januari 2023.

Bismillahirrahmanirrahiim... 
Ya Allah, berikanlah kami kebaikan di dunia dan berikan pula kami kebaikan di akhirat. Dan jauhkan kami dari siksa api neraka. Aamiin Allahumma Aamiin...


ini kue yang dibagi-bagiin di RS waktu Ahmad kontrol ke dr Herbowo di Hari Anak Nasional kemarin. udah penyok karena dimainin. iya. dimainin. bukan dimakan. karena Ahmad nggak makan gluten.

ada beribu bahkan berjuta doa dan harapan buat Ahmad. gue kadang gatau mau doa yang mana. tapi Allah maha Tahu isi hati manusia kan ya, ya Allah? berikan yang terbaik untuk Ahmad ya Allah. yang terbaik di dunia dan yang terbaik di akhirat. insyaAllah segala kebaikan yang diterima Ahmad adalah kebaikan juga untuk ka. Aamiin Allahumma Aamiin...


21 Juli 2022

our first out-of-home photo after isoter :')

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَΨ§َ يُّوْΨ¨َ Ψ§ِΨ°ْ Ω†َΨ§ Ψ―ٰΩ‰ Ψ±َΨ¨َّΩ‡ٗۤ Ψ§َΩ†ِّيْ Ω…َΨ³َّΩ†ِيَ Ψ§Ω„ΨΆُّΨ±ُّ وَΨ§َ Ω†ْΨͺَ Ψ§َΨ±ْΨ­َΩ…ُ Ψ§Ω„Ψ±ّٰΨ­ِΩ…ِيْΩ†َ 
"dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, "(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 83)


فَΨ§ Ψ³ْΨͺَΨ¬َΨ¨ْΩ†َΨ§ Ω„َΩ‡ٗ فَΩƒَΨ΄َفْΩ†َΨ§ Ω…َΨ§ Ψ¨ِΩ‡ٖ Ω…ِΩ†ْ ΨΆُΨ±ٍّ وَّΨ§ٰΨͺَيْΩ†ٰΩ‡ُ Ψ§َΩ‡ْΩ„َΩ‡ٗ وَΩ…ِΨ«ْΩ„َΩ‡ُΩ…ْ Ω…َّΨΉَΩ‡ُΩ…ْ Ψ±َΨ­ْΩ…َΨ©ً Ω…ِّΩ†ْ ΨΉِΩ†ْΨ―ِΩ†َΨ§ وَΨ°ِΩƒْΨ±ٰΩ‰ Ω„ِΩ„ْΨΉٰΨ¨ِΨ―ِيْΩ†َ
"Maka Kami kabulkan (doa)nya lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipat gandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 84)

Aamiin Allahumma Aamiin


and this is us,
 pulang kontrol pasca ranap 5 hari di ruang isolasi Covid RSKD Duren Sawit

19 Juli 2022

tanda sayang Allah :') insyaAllah..

Well, do I have to say hello again to you, dear Covid? 
since I hate you?
I'll admitted that I ever loved you once for the wfo-wfh regulations.
but more than that, I hate you! I truly deeply madly hate you 😭

Berawal dari Ahmad nggak enak badan hari Senin, 20 Juni 2022. Bangun tidur badannya anget. Tapi suhu masih 36,4-36,8. Preventif, gue kasih pct-proris gantian tiap 4 jam. Suhu berhasil ter-aman-kan sampe tiba2 jam set12 malam naik ke suhu demam. 37, sekian. Buat Ahmad, 36,8 aja udah demam. Kalau udah 37, udah nggak karuan rasa hati :( lanjut kompres kompres terus. Menjelang jam 00.30 suhu sempet mau makin naik tapi buru2 gue masukin proris supp. Alhamdulillah ter-aman-kan sampe akhirnya Ahmad tidur jam 2an abis minum obat. Gue nggak tidur. Tetep kompres Ahmad. Ketek-leher-punggung. Suhu masih berkisar 37, sekian. 

Setelah Azan subuh, suhu Ahmad masih 37, sekian. Obat selanjutnya jam 6. Gue sempet ngomong dalam hati, "Ya Allah, jaga Ahmad ya Allah. Apa pun yg terjadi sama Ahmad, ka ikhlas ya Allah." Maksudnya bukan ikhlas kalau Ahmad kejang lagi. Tapi ikhlas ngerawat Ahmad dengan kondisinya sebagaimana di-diagnosa dokter :(  tepat setelah gue selesai ngomong gitu dalam hati, ahmad melek. Tapi cuma berapa detik, trus kejang. Kejang ya Allah.. kejaaaang.... 😭 astagfirullahaladziimm... Allahu Akbar.. panik. buru2 gue ngambil diazepam supp. Masukin ke pantat Ahmad. Tapi kejangnya nggak langsung berhenti. Udah diciumin minyak kayu putih, pijit idung, jempol, masih belum sadar juga. Ini lumayan lamaaa. ada kayanya hampir 4 menitan 😭 Gue? Nangiisss... Sambil tetep mantau Ahmad. Sambil liat jam di hp, sambil mikir mau nanya siapa lagi di wa. Pas ahmad lagi kejang, pas Riko nelepon. Jadilah dia terpapar kepanikan kita semua. Alhamdulillah kejang Ahmad berhenti. Papah pulang solat subuh. Papah yg pangku Ahmad. Gue masih gatau harus apa. Harus bawa Ahmad ke RS apa ditahan di rumah. Kalau ditahan di rumah, takut kejadian lagi.

Akhirnya menjelang jam 9, kita berangkat ke IGD RSIA Bunda Aliyah. Sampe disana, Ahmad diperiksa. Gue ditanya mau pake pribadi/asuransi. Gue jawab pribadi. Ahmad pun disarankan rawat. Gue disuruh ke bagian administrasi rawat inap terkait ketersediaan kamar. Apesly, kamar sendiri penuh. Cuma ada suite room sama kelas 1. Tarif suite room hampir 2 juta per malam, baru kamar aja. Kelas 1 isinya berdua. Nggak ada VIP atau VVIP. Petugasnya bilang, "ini juga kamar yg akan kosong adalah pasien Dr Edwin yg mau pulang. Tapi bisa2 masuknya sore atau malam karena nunggu ybs ngurus2 berkas untuk pulang dulu." Gue mohon2 supaya dapet kamar sendiri tapi jangan suite room. Petugasnya sambil senyum bilang "ibu mau dirawat sama Dr. Dina kan ya. Belum ada laporan pasien Dr Dina yg mau pulang. Coba ibu ke Dr Dina, tanya apakah ada pasiennya yg mau pulang." Gue dengan polosnya langsung cukucuk ke ruang periksa Dr Dina. Did and asked Dr Dina exactly the same as the employee asked me to do. Gue bilang ke Dr Dina, "dokter, Ahmad mau masuk ranap dok. Tapi nggak ada yg kamar sendiri. Adanya suite room. Aku kayanya nggak mampu dokter kalau di suite room. Ada lagi kelas 1. Aku diarahin petugas untuk nemuin dokter. Mungkin ada pasien dokter yg mau pulang." Tanpa disangka tanpa diduga, Dr Dina bilang. "Ibu, ibu ambil aja kelas 1. Ibu pake BPJS-nya. Tapi dokternya bukan saya. Jadwal piket hari ini Dr Edwin. Saya besok. Tapi sama aja kok bu. yang penting sekarang Ahmad ter-tangani. Lagipula pasien saya juga belum ada yg rencana pulang. Dan pasien saya juga nggak ada yg di VIP/VVIP." 

Berbekal omongan Dr Dina, gue balik ke IGD buat lapor bonyok kalau kamar yg ada cuma suite room dan kelas 1, trus disaranin Dr Dina ambil kelas 1 trus pake BPJS, tapi dokternya bukan sama beliau melainkan Dr Edwin. Bokap agak sangsi Ahmad aman sekamar berdua. Tapi nyokap nguatin "Dr Edwin juga bagus kan kak. Yaudah Dr Edwin aja. Ikut kata Dr Dina, pake BPJSnya." 

Berbekal hal tersebut gue balik ke petugas tadi dan bilang kalau gue ambil kamar kelas 1, trus pake BPJS. Petugasnya kaya kaget sama keputusan gue ambil kelas 1 trus mau pake BPJS. Dia teleponan sama IGD. Gue ttd berkas2, trus balik ke IGD. Di IGD gue dipanggil sama dokter jaganya "Ibu, jadinya gimana? Tetep mau dirawat?" Gue ceritain gue datengin Dr Dina dan nyampein saran beliau. Dokter jaga bilang "tapi dokternya gakbisa Dr Dina. Dengan Dr Edwin." "Iyah dokter, gapapa dok." "Yaudah, kita lanjut prosesnya. Ibu boleh kembali ke anak ibu." Gue tau dan sadar kalau gue dioper-oper. Tapi dalam situasi kalut, linglung, butuh ditolong, dlsb, I just did. 

as the employee said earlier, Ahmad masuk kamar abis Azan magrib. Itu juga bokap udah bolak balik nanya kok nggak masuk2 kamar. Dan jeng jeeeng ternyata perawat IGD dapet infonya Ahmad di kamar 306 padahal harusnya di 404. Kalau kamar 404 udah kosong dari kapan tauk. Setelah minta maaf karena misscom tersebut, Ahmad diantar naik ke kamar. Ahmad belum makan apapun dari selesai makan malam kemarin :( Ahmad tiduuurr aja. Iya. Nggak bangun pun. Minum aja ditetes pipet :( iya. ini efek phenobarbital:( obat antiekejang. malam itu suhu Ahmad masih naik turun. Gue masih berasa kaya naik roller coaster. Dr Edwin baru akan visit besok pagi. Malam ini Ahmad harus bertahan dengan bantuan infus, obat anti kejang dan antipiretik yg cuma boleh dikasih sesuai arahan dokter. Bukan selang-seling 4 jam kaya biasa. Gue ketar ketiiiirrr 😭

Rabu paginya Dr Edwin visit. Setelah meriksa Ahmad dan nanya2 gue, beliau ngeresepin obat oral, uap, antibiotik, antipiretik infus, rontgen thorax. Suhu Ahmad mulai turun. Tapi menjelang magrib, kaya mau naik lagi. 37, sekian. Gue udah mulai ketar ketir lagi. Minta tolong suster. Minta proris supp. Tapi nggak dikasih. Minta pct infus juga nggak dikasih. Dikasih pct minum aja 250mg. Kenapa gue panik? Karena berkali2 liat Ahmad kejang 😭 Gue harus preventif! Sampe akhirnya suster ganti shift lagi jam 9 malem, Ahmad masih 37,sekian. Gue bolak balik ambil air panas di kamar mandi suster dan nanya kapan infus Ahmad dipasang lagi (karena tadi siang bengkok gara2 Ahmad ribut pas dimasukin antibiotik injeksi :(). obat anti kejang-nya juga harusnya masuk jam 12 malam. Suster jaga malam itu bilang, "iya tunggu ya bu". Pokoknya lamaaaaa bgt nggak dipasang2 juga infus Ahmad. Sampe akhirnya dia jengah karena gue banyak minta, riweh, panik dlsb. Mereka dateng tapi mukanya nggak enak. Gue lupa awalnya gimana tapi setelah dialog yg agak ngegas dari si suster, gue bilang "suster nggak tau sih, rasanya kejang-demam :(". Suster yg later I know ternyata lagi hamil jawab dengan makin ngegas dan nada tinggi "Saya Tau!" Gue kaget. Suster loh. Tapi bodo amat. Gue kesini buat minta tolong perawatan ahmad. bukan buat berantem. Banyak omongan2 nggak enak di malam itu. Intinya mereka nggak suka gue ngeluhin ini demam Ahmad mau naik, mereka nggak suka gue panik minta tolong tambah antipiretik supp/injeksi/apa. mereka nyuruh gue untuk nggak sering2 ngukur suhu ahmad. Cukup 4 jam sekali. Yakaliii gue ukur 4 jam sekali, apakabar kejang-demam 😭😭😭 Mereka bahkan sampe manggil dokter jaga dan dokter jaganya pun kaya jengkel ke gue dan bilang "ya kalau memang ibu biasa sama dokter di Hermina, kenapa anaknya ibu bawa kesini?" Astagfirullahaladziimm... Kalau Ahmad nggak lagi sakit, rasanya pengen gue kata2in itu dokter. Tapi alhamdulillah Allah ngejaga mulut gue dan gue cuma bilang "Ya kan aku bawa ke yg terdeket dokter. Biar cepet ditolongin." Dia lanjut lagi jawab, "Yaudah. Sekarang dikompres aja." Dan berlalu pergi. Muka dan nadanya sumpah antagonis abis. Padahal cantik, putih, bersih dan pake kerudung. Tapi hati dan mulutnya... :( 

Setelah injeksi phenobarbital dan pct, suster antagonis kembali ke nurse station. Mungkin mereka kira gue akan tidur. Mereka semua ngomongon gue. Suster gapake jilbab yg lagi hamil dan jawab omongan gue pake nada tinggi tadi dengan bangganya cerita ke temen2nya kalau dia berhasil ngejawab setiap omongan gue. Gue shock. Apa banget sih ini :( Kok RSIA Bunda Aliyah tempat gue lahiran tahun 2015 lalu dan tempat Ahmad berkali2 dirawat sampe 6x di tahun di 2017 lalu yang pelayanannya sangat baik, suster pinter, edukatif dan inisiatif tinggi, jadi begini sekarang sumber daya manusianya :( 

selang 10 menitan, gue pencet bel. infus Ahmad mau abis. Yg dateng suster ema. Pas suster ema ganti infus Ahmad, gue bilang ke dia "suster, aku denger kok diomongin." Dia kaget. Berusaha nahan biar nggak keliatan kaget tapi matanya nggak bisa bohong.  gue lanjut, "Yg nggak pake jilbab itu suster senior ya? Suster baik. Mudah2an nanti kalau jadi senior tetap baik." Akhirnya dia ngomong "ya ibu, maksudnya Ibu terima aja terapi yg dikasih." Gue ngerti sih maksudnya tapi ibu mana yang nggak panik dan berusaha preventif kalau anaknya udah berkali2 kejang karena demam :(

Selesai pasang infus, suster ema balik ke nurse station. gue gatau apakah dia bilang ke temen2nya kalau gue denger semua omongan mereka atau gimana. I don't care that much. I'm in that place, that time only for asking help for ahmad :(

Sampe subuh Ahmad masih demam. Menjelang jam 6, suster antagonis datang untuk antar kita rontgen thorax. Disitulah gue tau kalau ternyata dia lagi hamil. Ironis bgt rasanya. Gue digituin sama suster yg sebentar lagi akan punya anak. Kaya "why can't you put a little emphaty for me and my son :(" Gue nggak banyak omong. Ngeliat pun nggak. Kaya sakit hati ini rasanya :( dia juga nggak ngajak ngomong. Gatau apa udah denger dari suster ema atau gimana. Selesai rontgen, Ahmad balik ke kamar. Jam aplus, suster Mawar datang. Dia nyapa gue dengan ramah. Suster jaman dulu 2017 yg jagain Ahmad:( gue rasanya mau curhat tapi nggak usahlah. Biar aja. 

ini foto Jumat malam. abis injeksi phenobarbital. Setiap abis masuk obat anti kejang, ahmad langsung tidur :(

Singkat cerita, Ahmad pulang hari Sabtu, 25 Juni 2022. Alhamdulillah udah nggak demam. Tapi pas mau pulang, Ahmad pipisnya nangis. Ya Allah kenapa lagi ini 😭

Tapi karena udah masuk sistem, Ahmad pulang, Ahmad tetap pulang. Sempet dicek sama dokter jaga tapi kayanya nggak detail. Gue disuruh konsulin lagi nanti pas kontrol pasca ranap. Sementara ini kan masih ada antibiotik azithromycin. Kalau pun ISK, itu obatnya. Yaudah Kita pulang. 

Selasa, 28 Juni 2022. kontrol lagi ke Dr Edwin. Cek urin, positif1 di bakteri. Tapi pas gue crosscheck ke suster, katanya dari Dr Edwin gapapa. Hasil urin bagus. Me like, seriously? Itu positif1 bakteri maksudnya gimana? Dr Edwin udah pulang. Pertanyaan nggak terjawab. Tapi berbekal info suster waktu pulang ranap, kalau pun ISK obatnya azithromycin, gue mayan tenang karena Dr Edwin masih ngeresepin azithromycin lagi. Bismillah pulang.

Rabu, 29 Juni 2022 aman.

Kamis, 30 Juni 2022 gue ke kantor. Tapi menjelang jam 5 ditelepon mamah kalau Ahmad demam lagi. Lagii 😭 Riko udah otw jemput. Gue disuruh siap2. Posisi gue lagi di kretagama. Rapat D2. Gue langsung naik ke atas, sambil nahan nangis, nanya mas Ian, trus bilang Ahmad demam. Sontak semua heboh. Mba dian manggilin pak Arif, gue pun diizinin pulang. Semua heboh krn gue nangis. Semua nyemangatin. Di jalan gue masih  nangis. Mau nggak nangis tapi gimana caranya untuk nggak nangis. Sampe rumah, meledak nangisnya. Ahmad ikut nangis. Berusaha menata hati dan nenangin diri. Sambil kompres Ahmad, sambil suapin semau dia makan. Tetep kompres terus. Menjelang jam 12 Ahmad keringetan. Suhu mulai stabil. Alhamdulillah ya Allah 😭😭😭

Jumat, 1 Juli 2022. gue izin nggak ngantor.

Sabtu, 2 Juli 2022. alhamdulillah Ahmad aman. Sambil wa Dr Eny, sambil siap2 besok mau ke beliau.
Minggu, 3 Juli 2022. pagi2 Riko antar urin bangun tidur ahmad ke lab Bunda Aliyah. Menjelang siang, Ahmad dibawa ke Dr Eny. Hasil urin ahmad masih Positif1 di bakteri. Dr Eny bilang, "positif1 bakteri masih gapapa. Harusnya nggak bikin demam. Bisa jadi karena iritasi aja. Bukan ISK. Kalau masih demam juga, saya nggak ngerti lagi deh demamnya darimana." 
Denger gitu, gue ngerasa kaya Alhamdulillah berarti udah. insyaAllah Ahmad udah aman. Kita pun pulang.

Senin, 4 Juli 2022 gue ngantor.

Selasa, 5 Juli 2022 ngantor juga. Tapi jam 4 lewat ditelepon sama papah. Dikasitau Ahmad demam lagi. Ayo cepet pulang. Gue? Nangis lagi 😭 heboh lagi di kantor. Izin pulang sama mas asga. Dianterin sama mba may ke bawah. Dicariin gojek sama mba may, pulang. Pas sampe rumah dikasitau kalau Ahmad tadi kejang lagi. Astagfirullahaladziimm... 😭 Kata nyokap, padahal dikompres terus sama nyokap dan suhunya juga baru 37,1 tapi udah keburu kejang. Gue? Nangis lagi... Ahmad ikut nangis. Gue lanjut kompres. Kasih obat lagi karena tadi obatnya pct jam 2. Sekarang proris jam 6. diskusi sama papah-mamah-rafy, Ahmad mau dibawa ke RS apa dicoba tahan di rumah. Belum ada keputusan. Menjelang jam 8 malam, suhu Ahmad mulai turun, tapi Ahmad aneh. Trus tiba2 kejang lagi 😭😭😭 Gue yg nggak percaya dan nggak ngeliat tanda2 kaya, kok kejaaang? Suhunya kan baru turuuun. Kok bisa kejaaang? Gue sempet ukur suhu saat kejang 37,3. Harusnya belum kejang. Ini masih suhu rendah 😭😭😭

Gue wa Dr Eny, bilang Ahmad kejang lagi. Dia nyaranin bawa Ahmad ke RS yg ada dsa subspesialis syaraf karena capability dia ttg kejang-demam sebatas itu. Gue inget punya nomer humas RSKD Duren Sawit. gue wa mba endang dan alhamdulillah ternyata ada dsa subspesialis syaraf disana. Beliau nyaranin untuk langsung bawa Ahmad biar bisa ditangani. Gue beres2in bawaan. Kita pun berangkat. Sampe sana Ahmad langsung disambut suster IGD dan di observasi. Gue disuruh daftar. Gue masih panik. Masih nangis. Gue sempet ke dokter IGD dan nyeritain kronologis kejang Ahmad kali ini. Beliau nyaranin rawat. Gue setuju. Gue disuruh balik ke pendaftaran lagi. Suara masih bergetar. Masih kecampur2 antara emosi takut, panik, kalut, minta ditolongin, abis nangis dan clueless nggak ngerti kenapa Ahmad bisa kejang di suhu segitu, nggak ngerti mau ngapain, nggak tau harus ngapain, nggak ngerti Ya Allah :( Akhirnya pendaftaran gue secara online dibantu sama bapak2 pendaftaran. Gue cuma ngasih KK dan KIA trus ttd online. Beres daftar, mamah dateng sambil nangis. "kaak, Ahmad coviiid 😭." Sedetik gue lega karena penyebab demamnya ketahuan, tapi sedetik kemudian panik lagi. Ya Allah Ahmad covid. Gimana ini ya Allah. Kok bisaa.. Dari siapaa... Jaga Ahmad ya Allah. Lindungi Ahmaad 😭" 

Gue dikasitau kalau Ahmad akan masuk ruang isolasi. Siapa pun yg akan nemenin Ahmad, nggak boleh keluar sampai Ahmad dibolehin keluar. Gue iyain. Gue yg jaga Ahmad. Akhirnya kita dimasukin IGD yg kepisah. Alhamdulillah di IGD nggak lama. Nggak sampe 1 jam, kita dibawa rontgen thorax dan abis itu diantar ke kamar isolasi. Alhamdulillah disini antigen gue masih negatif. 

ini di IGD yg udah dipisah
Ahmad merem, demam dan kedinginan :(
dan itu tidur ayam karena diazepam :( 

malam itu, begitu sampe ruang isolasi, dokter jaga masuk untuk ngecek dan nanya riwayat Ahmad. Suster juga gantian masuk. Bahkan belum 1 jam udah masuk lagi. Semuanya concern sama kondisi Ahmad. Semua kaya berusaha supaya Ahmad demamnya bisa terkontrol. Jam 12 masuk infus obat antikejang, phenytoin. Suhu Ahmad masih di kisaran 38. 

Menjelang jam 3, Ahmad bangun. Kaya mengerang gitu. Mungkin  mau bilang "mah, ahmad sakit :(" tapi ahmad masih belom ngomong :( gue kasih minum. Hampir abis 1 gelas 400ml. tapi gak lama, muntah :( suhunya mulai naik lagi ke 39. Suster gercep langsung ambil pct infus, dan diinjeksi ke Ahmad. Suhu Ahmad turun ke 38,8. Sampai besoknya di hari Rabu, suhu Ahmad masih berkisar 38-39. Bahkan sempet 39,7 di Kamis subuh. hiiksss.. karena pengalaman nggak enak di RSIA Bunda Aliyah kemaren, gue berusaha untuk nggak terlalu manggil suster. Gue kompres Ahmad terus. Eee susternya malah yg request "ibu, ibu kan punya thermometer. Ibu suhu terus ya. Kalau naik 38,6 lagi ibu kasitau kita." Gue iyain. Udah hampir 1 jam gue belum lapor, susternya masuk lagi, ngukur suhu Ahmad lagi dan lapor ke dokter jaga lagi. MasyaAllah perhatian dan bertanggung jawab sekali suster2 disiniii.. Beda banget sama di Bunda Aliyah kemarin 😭😭😭 bukan 1 suster aja. Tapi semua suster yg in charge di ruang isolasi ini, semuanya kaya ngerasa bertanggung jawab sekali untuk bisa nurunin suhu Ahmad 😭😭😭 MasyaAllah... 

ini rabu dini hari abis muntah. 
udah mulai ngerang2 :( πŸ’”

ini rabu pagi menjelang jam 7an

Rabu subuh, gue mulai bersin2. Positive thinking. Mungkin karena gue minta ac dimatiin dan buka jendela. Mungkin karena pengaruh debu dari genteng sekolah di belakang RSKD ini. 

Rabu sore, dsa masuk. dr nadia. Beliau bilang "kalau PCR ahmad negatif, ahmad rencana dipindah ke gardenia, biar bisa dipantau juga sama dsa konsultan syaraf". Tapi Kamis nya, gue tanya ke suster, PCR ahmad positif :( Kita pun lanjut rawat di ruang isolasi :(

Alhamdulillah kondisi Ahmad makin membaik. Suhu ahmad mulai stabil hari Kamis siang. Jumat alhamdulillah udah bener2 aman. Waktu dr nadia masuk hari Jumat, beliau bilang kalau Sabtu, ahmad udah bisa pulang, lanjut isoman di rumah. Gue sempet takut karena kalau ahmad isoman berarti di rumah. Bukan di kamar. Gimana mamah sama papah :( Tapi gue pun nggak ada jaminan masih negatif :(

Jumat malam, infus udah copot
susah bgt nyari infus Ahmad dan susah bgt juga menjaganya :(

nakecik udah matgay
gaboleh keluar kamar sama mamahnya
bahkan pipis pun disuruh digayung saking mamah nya parno

Sabtu pagi. Sebelum dr Nadia visit

Ahmad suka bgt sama nasi tim ayam RS
topping ayamnya beda2 tapi semuanya Ahmad suka. Alhamdulillah dia mau makan :')
Pas mau pulang, saking doi excited buka makanannya, Dan lagi gue tinggal ke toilet, tumpah aja dong. Pas tumpah nggak nangis tapi kaya speechless. Trus dia berusaha lari keluar kamar. Gue marahin, pura2 cyubit. Eee nangis. Berlinang2. Kayanya sekalian nangisnya krn nasinya tumpah :(

Bismillah akhirnya pulang. Obat diambil riko. Kita dijemput papah. Sabtu siang kita udah di rumah. Gue suruh bokap-nyokap pake masker dobel. Karena ahmad masih positif dan gue nggak tau apakah gue masih negatif. 

Oiya, sebelumnya di hari Jumat gue dihubungi sama tracer Puskesmas Duren Sawit terkait hasil PCR ahmad yg positif. Kita serumah dijadwalin PCR di hari Senin, 11 Juli 2022. Hasil diinfo di hari Selasa. Semua positif kecuali Rafy :( Dunia gue tiba2 terasa slow motion. Mamah ada hipertensi. Papah emang udah nggak enak badan sejak ahmad pulang rawat Bunda Aliyah. Gimana ini ya Allah :( gue tanya mamah gimana rasa badan beliau. Beliau bilang biasa aja, rasa udah tua, capek, lemes. Gue kasitau kalau beliau positif. Alhamdulillah beliau nggak shock. Gue samperin bokap ke kamar depan, nanya gimana rasa badan beliau. Beliau bilang gapapa. tapi mah sebenernya masih batuk bgt, capek, lemes. Gue kasitau kalau beliau positif. Alhamdulillah beliau juga nggak shock. Setelah dapet kabar positif ini, kita semua sibuk mikir masing2. Udah terbang2 rasa badan. Nggak tau masa isolasi ke depannya akan gimana. Tapi bismillah dengan izin Allah InsyaAllah akan terlewati.

Hari ini hari ke-8 isoman kita. Dan hari ke-14 ahmad. Semua masih bergelaja. Kondisi badan masih up and down. Kadang berasa segeran, kadang drop lagi. Ahmad pun demikian :( Bismillah. Mudah2an cepet abis virusnya, cepet fit badannya. Rencana perjalanan ikhtiar untuk ahmad, terutama setelah kejadian kemarin, terhampar panjang di depan mata. Menunggu untuk dijalani. Bismillahirrahmanirrahiim.. Mudah2an dimudahkan Allah swt. Mudah2an kami selalu diberi kesehatan. Semoga Allah ridho memberikan kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta menjauhkan kami dari siksa api neraka.  Aamiin allahumma aamiinn.. 



Ps: udah bisa nulis judul kaya gitu. Mudah2an gue juga bener2 udah ikhlas nerima semua ketentuan yg ditetapkan Allah untuk Ahmad, baik yang kemarin maupun yang akan datang. Mudah2an dapat pahala sabar. Mudah2an dinaikkan kelasnya oleh Allah. Mudah2an semakin disayang Allah. Mudah2an makin ditambah nikmatNya. Ditambah syukurnya. Dilapangkan dadanya. Dilapangkan hatinya. Aamiin allahumma aamiin.. insyaAllah :')

04 Juli 2022

Eid Al Adha

post ini udah jadi draft sejak Idul Adha tahun 2021 dan baru dibuka lagi menjelang Idul Adha tahun 2022. MasyaAllah jalan Allah untuk mengingatkan hamba-Nya :'(
Bismillahirrahmanirrahim.. semoga selalu menjadi pengingat. karena kayanya Ismail gue adalah Ahmad. Mudah-mudahan Allah mudahkan dalam membunuh rasa kepemilikan terhadap Ahmad. Aamin yra...